RSS
 

Kata Pelangi ..

06 May

Kata Pelangi …

Mari berjalanlah diatas warna warniku,

tidakkan ‘kalian’ merindukannya?

Tapi… langit yang gerimis,

jalan setapak yang licin,

selalu menerbitkan secuil ketakutan bukan?…

Kata pelangi … “ah semoga esok aku masih ada”

 
 

Haiii.. apa khabarmu?

02 May

Haii.. Apa khabarmu… ah berhari-hari kau menghilang, di titik aku merinduimu, kau justru tak pernah datang.

Haii apa khabarmu… kau lagi-lagi tak memberi khabar, kutanya kepada awan, kutanya kepada bintang. Kau masih saja menghilang. Adakah kau Cuma khayalan?

haii.. apa khabarmu… ingin kukirim pesan, ingin kukirim bunga, tapi kok jadi seperti lagu Slank saja, aku tahu kita tak lagi muda, gimana kalau aku titip rinduku saja?

haii apa khabarmu, tidakkah kau rindu padaku?  Gelak tawaku, celoteh bawelku, harum tubuhku? Kok justru aku yang rindu statement statementmu.

Mungkin aku tlah terbiasa, kepada sebentuk kecil isi kepalamu, dan segaris senyum tipismu, hrmm..mungkin saja suatu hari kau tak akan pernah menduga.

Ah.. biarlah, aku lelah bertanya, kepada awan dan kepada bintang. Mudah-mudahan kau baik-baik saja…

PS : tolong angkat telpon hatimu berdering, mungkin aku yang telephon

 
 

Kumpul-kumpul ? Arisan ? ?

02 May

How to tell..

Hal pertama yang terbesit  didalam kepala saya setelah undangan arisan masuk adalah how to tell them that I am damn Lazy to go there.

Banyak teman-teman saya yang sudah memiliki “ buntut” bisa menghindar dari kegiatan yang tak menarik dan dengan sukses ditoleransi. Namun buat single seperti saya, susah mencari alasan yang dapat ditoleransi dengan seikhlasnya kalau ingin skip dari satu kegiatan tak menarik. Pertanyaan bodoh lainnya di dalam kepala saya adalah “kenapa saya mau ikut arisannnnnn”!

“heii.. jangan lupa arisan yaa, dress code bla bla bla, datang jam sekian, di tempat x” . Ribet kan. Saya bertanya-tanya dalam hati, apa arisan harus ribet ya?. Dan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya pun bergulir di dalam kepala saya ; Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted in Perempuan

 

Perempuan,Cinta dan Hidup*

28 Apr

Ini hanya karena saya adalah perempuan. Tentu saya akan mengambil sudut pandang dari perempuan-perempuan. Perempuan single, perempuan menikah, perempuan yang ditinggal oleh cinta. saya tidak ingin menyudutkan siapa-siapa. Karena saya yakin setiap orang pernah berbuat kesalahan dalam relationship apapun. Kesalahan-kesalahan fatal. Kesalahan-kesalahan yang memberi efek negatif bukan hanya untuk diri sendiri,  sayangnya untuk orang-orang lain disekitarnya.

Tidak ada yang berlebihan yang berkaitan dengan cinta. Bicara cinta, puisi cinta, lagu cinta, cerita cinta, novel cinta, baju cinta, film cinta dll. Semuanya cinta melulu. Semuanya terkadang berlebihan. Namun begitulah cinta. cinta membuat dunia menjadi lebih jujur. Read the rest of this entry »

 

Semalam Di Inacraft

25 Apr

Akhirnya Jum’at kemarin saya sampai juga di Jakarta untuk menyaksikan Inacraft, komersial handicraft  trade fair yang diadakan di JCC Senayan. Saya sedikit  terhuyung-huyung setelah turun dari pesawat. Dengan menumpang pesawat Batavia Air, perjalanan kok terasa sedikit lebih lama. Mungkin  cuaca sedikit buruk diatas sana. Namun ketika landing dan melihat ke langit – seperti yang selalu saya lakukan dalam setiap kali perjalanan – saya melihat langit Jakarta cukup manis tampilannya. Walaupun tidak sebiru langit di daerah pantai, namun tidak Cuma sekedar putih. Ah.. senangnya melihat langit bersih seperti ini.  Apalagi ini Jakarta. Saya membatin pelan mudah-mudahan hari ini berjalan lancar. Dan kendaraan penjemput pun melaju dengan kencang di jalan tol meninggalkan Bandar Udara Soekarno-Hatta segera menuju Inacraft.

Kali ini saya tidak sendirian, ataupun bergaya backpaker seperti biasanya. Tidak ada ransel dan flat shoe, tidak ada ipod di telinga, tidak casual dan cuek. Kali ini saya bepergian dengan agak rapi, walaupun tetap nge-jeans tapi in style look*halah*, malah saya menitipkan koper saya di bagasi loh, padahal selama ini tidak pernah karena bawaan tidak pernah banyak dan sekaligus memang tidak percaya dengan Airlines di Indonesia kecuali Garuda . Saya tidak pergi sendirian seperti biasa. Saya pergi bersama salah seorang sosialita Medan, seorang ”kakak-kakak” hehehe. Read the rest of this entry »

 

Social Elite

10 Apr


Hari ini ,  saya diundang untuk menghadiri “arisan”. Cuma info saja, saya bukan perempuan-perempuan yang senang ngumpul bersama perempuan lainnya kecuali “sohib”.  Dapat dikatakan memasuki arena baru dalam pergaulan yang kurang diminati menjadi suatu proses tersendiri sore ini.  berhubung sore ini tidak ada orang dirumah, sehingga saya yang seyogyanya pulang kerumah setelah urus-urus bisnis kecil-kecilan, mendapatkan telepon dari Ibu saya. beliau akan pergi terapi siang ini sehingga dirumah otomatis tidak akan ada orang. Dan dengan malas saya memutuskan untuk pergi ke arisan tersebut.

Walaupun pada awalnya saya enggan pergi, namun pagi tadi saya iseng-iseng menyiapkan T-shirt untuk ganti. Siapa tau Saya harus pergi di tengah hari. Dan ternyata feeling saya benar. Read the rest of this entry »

 

Setengah Penuh

16 Mar

Ini lucu dan ironis. Ketika aku memutuskan untuk melakukan lompatan besar dalam hidup. Ternyata itu adalah hal biasa. Namun orang lain melihatnya sebagai suatu yang huge yang dapat diputuskan oleh seorang aku. Seperti kemarin. Aku memutuskan untuk resign dari tempatku bekerja. Buatku, hari ini harus diakui sebagai hari yang bahagia dan terbaik. Tentu terbaik dari hari kemarin. Spirit dan motivasi seperti ini sengaja dibangun untuk membuat kepala stay positive. Tetapi buat sebagian besar orang lain, keputusan ini cukup disayangkan.

Here is the story. Tidak gampang untuk menjadi positif. Tidak gampang untuk menjadi optimis. Read the rest of this entry »

 
 

Buta

02 Mar

Jika mampu kuremuk dunia melipatnya menjadi dua

Agar tak lagi berbatas

Agar tak lagi berjarak

Kuseduh teh beraroma empedu..

Aku mengerti, jarak adalah alasan. Seperti yang selalu kita katakan kepada malam, yang memisahkan hari kita, seperti yang selalu kita katakan kepada laut yang mencerai tempat kita. Alasan selalu ada diantara cerita-cerita kelabu kita. Ada masanya saat hujan turun dan pelangi pun memburaikan mataku dari kegelapan. Betapa sinarnya, menghangatkan sore yang penghujan. Selalu kau salahkan gerimis. Selalu kau salahkan angin. Yang membawamu jauh. Yang membasahi dan meramus istana pasir di hatiku, katamu.

Dan hari itu, kita lagi-lagi mencari alasan. Akan kebersamaan. Akan keterikatan. Katamu semua punya alasan. Mengapa matahari dari timur dan rembulan lebih memilih di barat. Semuanya memiliki alasan. Begitu juga saat kau meninggalkanku dalam hujan. Kau punya alasan. Kau kambing hitamkan takdir. Kau ajak aku turut mengkambinghitamkan takdir. Seperti para pesakitan lainnya. Seperti para pengejar alasan lainnya.

Kalau takdir, mengapa kau datang dalam mimpi-mimpi malam hariku. Kalau takdir, mengapa kau coba meraihku dalam kerapuhanmu. Ah seandainya aku memiliki alasan untuk tidak berada disini. Tidak berada dimana kau selalu mendapatiku membangun istana pasir yang lain. Tidak berada di dekat hujanmu yang mengkorosi hatiku. Seandainya saja aku punya alasan.

Tapi tidak, tidak dalam seribu tahun. Tidak sampai cerita ini berakhir. Aku tidak memiliki alasan-alasan itu. Aku hanya tau hitam dan putih. Seperti cerita jaman dahulu. Hanya bergerak dalam frame warna yang jemu. Bukankah aku memiliki alasan untuk jemu?. Jemu menunggu mataharimu, jemu menjadi diriku, ah percuma saja kita bicara, kita buta aksara. Sedikit yang terdefinisi, lebih banyak aksara yang melukai. Tak ada yang lebih baik buat kita katamu. Tak ada pilihan. Seperti katamu. Selalu tidak ada pilihan. Tak ada pilihan selain meninggalkanku bersama hujanmu. Bersama argumentasi tak berdasarmu. Bersama kebisuan abadimu. Bersama pasukan pelangimu. Bersoraklah di kerajaan gemuruhmu. Dan meredam suaraku di dalamnya.

 
5 Comments

Posted in Fiksi

 

Cinta Bukan sekedar Romansa

28 Feb

Doa tidak mampu dipaksa.Tidak bisa mengada-ngada. Tidak bisa dibilang ada namun tiada.  Namun takdir kita, semuanya diatur dalam orbit yang berputar selalu dalam lintasannya. Kecuali jika anda percaya bahwa hidup memang harus diperjuangkan, dan keikhlasan yang disanjung-sanjung itu, bukan pasrah tanpa berusaha, bukan pasrah dan sekedar berdoa. Aku yakin berdoa saja belum cukup, begitu juga berusaha tidak lengkap tanpa berdoa. Seperti hubungan orbit dan lintasannya.

Weekend selama 3 hari ini, tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh ku dan Andie. Masing-masing harus stand by di kantor masing-masing menyelesaikan report akhir bulan. Andie dengan report nya yang tak kumengerti apa, aku dengan hitung-hitungan gajiku. Oh ya aku lupa cerita. Di kantorku, Direktur dan para BOD akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan singkat. Jalan pendek yang mengambil keputusan untuk mengangkat Mr. Omong Banyak untuk menjadi A & F Manager. Sebenarnya yah dia tidak too bad. Hanya saja suami istri dalam kantor itu membuat struktur berantakan dan garis perintah dan tugas mencong-mencong. Terjebak antara kebingungan Apakah harus profesional mengikuti perintah bos atau tunduk akan perintah istri :P . Tapi sudahlah malas ikut campur, aku sudah mengambil keputusan sendiri mengenai kondisi ini. Semenjak masuk ke company ini dan tidak banyak yang dapat diubah baik kultur dan kebiasaan, sistem dan regulasi, aku memutuskan untuk segera hengkang saja. Singkatnya , bos baru kebiasaan baru. Dan aku terjebak di tengah libur untuk segera berkonsolidasi dengar Mr. Omong B.

Daripada pulang, mending aku seperti biasa menculik Andie. Dan langsung ingin ke mall aja. Janjian dengan kak Caca di mall jam 13.00. Aduh sial, Andie masih banyak report yang belum selesai, terpaksa aku dan kak Caca berkeliling shopping di mall. Ada something missing. Oh ya.. aku blom ceting seharian. Hehehe.. tumben. Dari BB langsung open YM. Ting ting.. masuk message baru. Dari Mr. SKSD pesannya . Berikut adalah pembicaraan singkat kami :

Read the rest of this entry »

 

Sudah lama

21 Feb

Sudah lama sekali… semenjak senja itu

Tertidur dibuai angin.

Terbangun… dengan secangkir kopi

Dan semangkuk penuh impianku tentangmu

Dan serentetan senyum membingkainya

Sudah lama sekali … dan gambarnya mulai mengabu biru

Menguning usang..

Mungkinkah benar?

Abrasi yang kau ceritakan?

Menyapu habis mimpiku tentang bintang?