Doa tidak mampu dipaksa.Tidak bisa mengada-ngada. Tidak bisa dibilang ada namun tiada. Namun takdir kita, semuanya diatur dalam orbit yang berputar selalu dalam lintasannya. Kecuali jika anda percaya bahwa hidup memang harus diperjuangkan, dan keikhlasan yang disanjung-sanjung itu, bukan pasrah tanpa berusaha, bukan pasrah dan sekedar berdoa. Aku yakin berdoa saja belum cukup, begitu juga berusaha tidak lengkap tanpa berdoa. Seperti hubungan orbit dan lintasannya.
Weekend selama 3 hari ini, tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh ku dan Andie. Masing-masing harus stand by di kantor masing-masing menyelesaikan report akhir bulan. Andie dengan report nya yang tak kumengerti apa, aku dengan hitung-hitungan gajiku. Oh ya aku lupa cerita. Di kantorku, Direktur dan para BOD akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan singkat. Jalan pendek yang mengambil keputusan untuk mengangkat Mr. Omong Banyak untuk menjadi A & F Manager. Sebenarnya yah dia tidak too bad. Hanya saja suami istri dalam kantor itu membuat struktur berantakan dan garis perintah dan tugas mencong-mencong. Terjebak antara kebingungan Apakah harus profesional mengikuti perintah bos atau tunduk akan perintah istri
. Tapi sudahlah malas ikut campur, aku sudah mengambil keputusan sendiri mengenai kondisi ini. Semenjak masuk ke company ini dan tidak banyak yang dapat diubah baik kultur dan kebiasaan, sistem dan regulasi, aku memutuskan untuk segera hengkang saja. Singkatnya , bos baru kebiasaan baru. Dan aku terjebak di tengah libur untuk segera berkonsolidasi dengar Mr. Omong B.
Daripada pulang, mending aku seperti biasa menculik Andie. Dan langsung ingin ke mall aja. Janjian dengan kak Caca di mall jam 13.00. Aduh sial, Andie masih banyak report yang belum selesai, terpaksa aku dan kak Caca berkeliling shopping di mall. Ada something missing. Oh ya.. aku blom ceting seharian. Hehehe.. tumben. Dari BB langsung open YM. Ting ting.. masuk message baru. Dari Mr. SKSD pesannya . Berikut adalah pembicaraan singkat kami :
Mr. SKSD : Ga kemana2 wid?
Aku : Enggak kemaren udah kemana-mana , tired , mau tidur.
Mr. SKSD : Tired atau karena ga ada yang ajak…
Aku : Blass! Diam aja…
Percakapan berlanjut
Mr. SKSD : Eh kemaren aku makan di “kotak kopi”
Aku : Oh ya sama dong, aku juga.
Mr. SKSD : jam berapa? Kok kita ga ketemu ya
Aku : Siang..
Mr SKSD : Oh pantes, aku sorean deh. Eh disana mie goreng indonesianya enak ya.
Aku : Oh ya? Aku Cuma suka yang di Cafe minggu. Disana lebih enak.
Mr. SKSD : Hurmm iya enak untuk tempat peluk2an ya.. hihihi…
Udah ah, nanti kamu pengen pula.
Aku : Glek! Diam*dalam hati maksudnya?
Bener. Aku memang single. Bener sudah lama sih aku single. Dan bener ada adiksi tersendiri menjadi single. Bukan menolak kehadiran seseorang. Hanya kita tidak dapat memulai sesuatu jika kita tidak benar-benar diskonek dengan hubungan sebelumnya. Cuma apakah perlu setiap orang mengingatkan kalau bersama seseorang hanya sekedar bentuk perhatian fisik belaka?. Siapa yang bisa menolak kedekatan secara fisik. Semua orang pasti menyukainya. Apalagi dengan orang yang tepat. Namun pertanyaan selanjutnya justru membuat telinga gatal, sampai sejauh mana aku harus mengerti dan memahami serta mentoleransi semua ungkapan-ungkapan dan selentingan itu. Sampai kapan? Toh kalau pun aku bersama seseorang, aku tidak akan meletakkannya di papan pengumuman. Dan siapa sih yang tahu selain aku dan Tuhan? *wink. Aku lebih baik diam.
Aku belum sempat menceritakan ke Andie. Andie is single like I am. Andie is straight forward talker like I am. Yang tidak aku pahami, apakah benar mereka terganggu karena mereka perduli? Ataukah mereka terganggu karena mereka merasa kebahagiaan mereka didapat dengan merendahkan situasi orang lain?
Aku tidak mendapatkan jawabannya. Tapi satu hal yang menggelitik jiwaku adalah, apakah manusia lebih memilih untuk merasakan hubungan fisik saja agar hatinya tidak tersentuh. Tidak merasakan kehebatan cinta. Tidak merasakan sakitnya. Tidak merasakan kehilangan suatu hari nanti. Tidak harus menggelapi hari dengan situasi abu-abu cinta, tidak perlu patah dan tidak perlu bertumbuh.
I don’t bite it. Aku tidak mau percaya itu. Yang aku percaya cinta adalah bensin jiwaku. Andie memutuskan untuk minum kopi dan aku minum teh tarik panas saja. sambil membuka buka jurnalku. Tentang rencana liburan nanti. 2010, event terbesar adalah liburan. Cinta terbesar adalah pantai. Hasrat terbesar adalah ditemukan olehmu suatu hari nanti. Dan kamu akan menenangkan jiwa cacing kepanasanku. Dan semoga kamu adalah pria itu. Pria dengan senyum selebar sungai gangga dan jiwa sebersih pasir putih itu. Mata seteduh pohon-pohon yang membingkai pantai hatiku. Aku akan bersamamu, dengan mimpi-mimpi indah itu. Semoga.
Andie … disebelahku mau muntah membacanya. Hahahah… . hidup bukan sekedar rangkaian kata. Ah yaa kami mengerti. Hidup bukan sekedar khayal mengkhayal saja. yep kami paham. Tapi.. memimpikan satu sosok, bukan berarti dosa. Memimpikan satu bentuk kehidupan, seperti guilty pleasure saja. berhayal kan menyenangkan. Hihihihi… Kami memutuskan untuk nonton saja sore itu. Dengan dibayari oleh seorang laki-laki suntuk tak jadi menikah. Walaupun kepala akan lelah, leher mau patah nonton di barisan paling depan, tapi From Paris With Love menghentak justru dengan sedikit romansa di dalamnya. Cinta, bukan sekedar romansa. Halah…
zee
February 28, 2010 at 1:39 PM
Haahahaha tumben postinganmu aga lain ni wid. More reality..
Mr sksd si amr kah? Hihi, he enjoyed chatting w/ u wid, giv him a break. Tp jgn lama2 kekkeke…
Eh aq suka from paris itu. Si JT kejam but cooolllllll..
Soon, he’ll find u, bday girl
Tapi agak lucu kan kak… isinya, yah mau refresh aja. Bosen ah serius-serius. Kita kan sebenernya gokil kak, but ga ada yang tau hihihih. iya si JT aku suka dia, hahaha.. brutal mennn. Tertipu di awal-awalnya.
Srex
March 4, 2010 at 3:17 AM
Mungkin nggak..? ada orang entah cowok ato cewek yg udah berpasangan, merasa ter’ganggu’ dg kehadiran sosok perempuan single disekitarnya…?
ps: hidup memang bukan sekedar ‘ungkapan2′ seperti yg selama ini tertulis di blog ini….hidup adalah nyata, apa yg kita hadapi sekarang ini. Apakah indah atau menyedihkan…tergantung ‘mood’ kita….dan itu berubah-ubah…tumbuh…berkembang….
Maka itulah alasan tulisan-tulisan di blog ini, ini adalah pencatatan tumbuh dan berkembang. Tidak tentang kebenaran, tidak tentang kesakitan, tidak tentang kesalahan, hanya catatan…