RSS
 

Kanvas jiwa (kering)

06 Jan

Jangan berdiri selayaknya tugu

Kau bukan sesuatu utk diingat

Bolehlah kau beranjak bersama senjamu yang berlari kencang mengejar mentari

Bolehlah kau menghilang bersama embunmu yang menguap seiring garangnya matahari

Kau adalah hari senin yang akan berlalu setelah selasa menjelang

Sayang sekali kasihmu hanya sampai jam 24 malam

Aku berada disini 7 hari seminggu dan seterusnya

Kau disana dengan piyama barumu dan mimpi bersamaku

Bukankah itu kejam? Bermimpi dan terbangun tanpa namaku tersebut?

Bukankah itu kejam, ku bermimpi dan terbangun dan hanya namamu yang tersebut?

Ku rasa … Bolehlah kau sekarang beranjak dari beranda hatiku…

Dan nikmati senjamu menghirup angin ,,,,

Dan biarkan kanvas jiwaku mengering di balik punggungmu

Jangan perduli.

 
 

Leave a Reply

 
 
  1. Srex

    January 7, 2010 at 7:34 AM

    Hembus nafasku (bukan) milikmu.
    Seperti menyatukan detik jarum jam dengan sosok tugu…mengisi ruang2 kosong nan sunyi, kering, kusam.
    Bermakna manakala tiada makna, berhati manakala tiada hati…
    Ketegaran dalam diam beradu dengan pusaran waktu..,mencari titik temu…yang semu.
    Bukan sekedar peduli.

     
  2. zee

    January 14, 2010 at 12:20 PM

    Hmmm…
    Sudah saatnya membiarkan dirinya pergi.