Jika angin saja yang menyampaikannya kepadaku di malam ini
Aku akan menamparnya
Dan menyuruhnya kembali membawa pesanku utkmu
Jangan berani-berani merinduiku hanya dari balik teropong hidupmu
Hadapi aku.
Jika angin saja yang menyampaikannya kepadaku di malam ini
Aku akan menamparnya
Dan menyuruhnya kembali membawa pesanku utkmu
Jangan berani-berani merinduiku hanya dari balik teropong hidupmu
Hadapi aku.
elmoudy
January 4, 2010 at 9:35 AM
hahhahahaaaaaaaaaaa…..
pingsan
wahahhaha… jangan di blog iniiiiii pingsan nyaah
Srex
January 5, 2010 at 9:02 AM
Maafkan ‘dia’…
Kadang suka menjerit…berteriak,marah..mencakar,merobek-robek….
Tapi kadang ‘dia’ juga lemah lembut.,manja…suka membelai, mencumbui….
‘dia’ baik hati…kadang memang keras hati…tapi ‘dia’ setia padaku….tak pernah mengeluh, tak pernah mengaduh….manakala tamparan diterimanya….selalu sampaikan pesan kangen(ku)…’dia’ angin….
hmm… hmm…
kenapa “dia” yang harus menjeritkan rindunya
mungkin aku lelah, mungkin aku bosan dengan kehadiran “dia”
bagai ilusi saja
terasa semilirnya namun tak dapat digenggam
aku menyerah sajalah …
Yessi
January 6, 2010 at 6:05 AM
dan…
apakah kau mau jika kuhadapimu dengan sembilu?
salam kenal ya..
i know your blog from Zee blog
tak ada yg menanti kehadiran sembilu, bukankah kau bisa hadir dengan ditemani langit biru saja?
Dan mari menghitung bintang di tempat ku.
Welcome mba Yessi, salam kenal juga