2009, bukan tahun yang tenang. Tahun yang sangat sibuk untuk saya. Pekerjaan, percintaan, sahabatan, intrik, politik, dan surat kaleng. Heheheh… Tahun ini rasanya saya begitu disibukkan akan situasi nano-nano. Asam , manis, asin yang harus saya telan bulat-bulat terkadang, namun juga terkadang harus ditumpahkan karena terlalu penuh dan ingin dilupakan. Dan Tahun ini kami mendapatkan surat kaleng. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.
30 Desember 2009, saya masih bekerja tanpa jeda. Inginnya saya mengeluh dan protes saja. rasanya seberat apapun, memaksa seperti apapun saya bekerja, ternyata itu tidak pernah cukup untuk semuanya. Orang-orang di kantor. Bos, staf, orang-orang yang berasa bos, semuanya menyerang dari berbagai sudut. Seandainya saja ini adalah perang. Di akhir tahun saya bertahan, namun terluka parah. Malah saya sedang dalam kondisi mempertimbangkan untuk menyerah saja. Memang tidak mungkin menyenangkan semua orang. Tapi tidak perlu menjadi “bitchy” juga bukan?. Otodidak, fast learner, saya menjadi terbiasa dengan itu semua. Bertahun mengais rejeki di tempat yang sama, menjadikan saya pribadi yang sedikit berbeda. Tetapi justru tantangan memang berada di Tahun 2009.
Hmm… saya tidak ingin menambah daftar keluhan. Bagaimanapun, walaupun ini baru sekedar omongan , tapi saya pasti adalah salah satu orang yang cukup beruntung. Walaupun sesak di dada, walaupun materi yang didapat = materi yang dikeluarkan, untuk pelesiran menghibur diri dan meregangkan pikiran dan perasaan. Beruntungnya adalah saya dapat mengunjungi tempat-tempat yang dulunya rasanya tak mungkin dicapai. Hanya mimpi saja. hanya berupa list dalam wish list saya. Yap. Saya tak lagi menuliskan resolusi awal tahun. Tapi saya selalu mendaftar keinginan-keinginan. Banyak yang sudah tercapai. Banyak yang tidak. Tapi justru yang tercapai adalah yang sangat saya butuhkan sekarang. Tanpa sadar, itulah memang yang selalu saya doakan. Sudah saatnyakah saya mengubah doa-doa saya?
Tahun ini adalah tahun kehilangan. Sudah setahun lebih dan warna auranya masih saja sama. Ada satu lubang besar dalam hati saya yang masih tak mampu saya tambal. Kehilangan secara fisik. Kehilangan kepercayaan. Kehilangan kemampuan beradaptasi. Sampai kapan semuanya akan kembali seperti saya sedia kala? Tidak akan pernah lagi ada yang sama. Tidak pernah ada lagi pribadi yang sama. Jika kita terbentur, walaupun dapat diperbaiki, bekasnya akan selalu menjadi semacam tugu peringatan. Saya tidak menyesal melewati kepahitan, karena hari ini di akhir Tahun 2009 ini saya menjadi pribadi yang lebih kuat. Belajar lebih banyak. Pedih. Perih. Tapi tidak ada pribadi yang istimewa tanpa melewati kepedihan. Tidak ada kesuksesan yang hakiki tanpa melewati rintangan yang berat. Tapi Saya akan tetap ada. Break a leg wid
Saya membuka jurnal saya. Dan sepenuhnya adalah isi yang sama. Cerita dari hal-hal yang sama. Mungkinkah saya terjebak dalam stereotype pikiran yang sama. Mungkin saja. sering saya bertanya , jika kita merasa sudah melakukan semua hal, hampir semua hal untuk tetap bertahan dengan apa yang kita percaya, mungkinkah disitulah saatnya kita menyerah dan mengikhlaskan saja?. Hampir benar kecuali tiba-tiba saya berpikir, bagaimana jika ternyata saya belum melakukan semua usaha dengan benar. Satu hal yang saya temukan tahun ini tentang saya adalah, saya seorang yang obsesif. Bukan saya yang dulu. Mudah-mudahan hal ini tidak akan “membunuh” saya.
Blackberry, bisa menjadi kutukan. Bisa menjadi berkah. Dengan BB saya menjadi orang yang kelebihan informasi. Tentang teman-teman. Tentang dunia. Tentang pekerjaan. Dua mata pisau yang sudah melekat dalam hidup saya. Dan itu dimulai tahun ini, jika ada yang bilang “Once u go Mac, u can’t go back, so untuk saya once you go Blackberry u always say sorry to anyone else for being abandon, hahaha. Tapi di akhir tahun, saya mulai behave kok. Beberapa orang sedikit protes, terutama adik saya yang selalu tercuekin karena gosip-gosip yang dimilikinya menjadi lebih tak menarik sekarang. Hihihi.. sorry sis. Tapi saya harus bilang Blackberry lebih banyak membantu saya dalam kerjaan, dibandingkan social networking. Apa karena saya kurang mampu bergaul? Hmmm… pe er tahun depan.
Menjadi diri sendiri, kesannya mudah kan ya? Gampang dibicarakan. Dijadikan slogan. Just be yourself. Banyak orang menjadikan hal ini menjadi motto hidup, menjadi panduan. Tapi tak segampang kedengarannya kok. Paling tidak buat saya. Susahnya punya keinginan untuk mendengarkan semua orang, menyenangkan hati orang lain. Orang tua, teman-teman, bos, rekan kerja, bahkan orang-orang yang baru saja kita kenal di jaringan sosial, membuat kita lupa batasan menjadi diri sendiri. Menjadi baik hati adalah perbuatan mulia, tetapi saya lebih setuju jika perbuatan apapun itu tidak akan mengikis kepribadian kita sendiri. So 2009 menjadi Tahun “Be Myself” buat saya. Saya percaya yang pernah disampaikan salah seorang teman , kita tidak dapat menyenangkan orang lain sebelum benar-benar mampu menyenangkan diri sendiri. Mengoleksi buku-buku termasuk dalam list saya dalam menyenangkan diri sendiri .Yep , i got my own little room library. Siapa bilang Tuhan tidak mendengarkan doa-doa kita.
Jika saja saya ingin mendaftarkan apa-apa saja yang sudah saya dapatkan dan capai tahun ini, maka saya sendiri akan lelah membaca blog ini. Dan bukan itu tujuannya. I want someday, when i read this blog, it will remind me that God never sleep. Hope and act. Do not stop Wid. Jangan berhenti karena hidup adalah perjalanan yang menyebalkan, jangan berhenti karena suatu kegagalan , tidak juga berhenti karena orang-orang yang seharusnya menyayangi saya ternyata menjadi orang-orang yang memalingkan mukanya di saat kita perlukan. Juga tidak berhenti , jika keinginan-keinginan tidak kunjung terpenuhi. Saya ingin tidak ada lagi hari-hari berwarna abu-abu, berawan gelap, banjir air mata dan ketidak fokusan yang mengundang putus asa. Tidak ada manusia yang bisa menolak bala, tapi saya tidak akan memikirkan tentang kesedihan sekarang. Waktu sudah sangat mahal. Lihat saja tiba-tiba 2010. Dan harus buat janji dengan salon untuk cat rambut, dan serangkaian perawatan lainnya. Hihihi… biasa aging is coming.
2010, tinggal beberapa saat lagi. Doa apakah saya malam ini? Saya yakin begitu banyak orang yang akan berdoa agar selalu bahagia. Tetapi tidak bahagia jika orang terdekat kita tidak bahagia. Tidak bahagia jika orang tua tidak bahagia. Tidak bahagia jika teman-teman tidak bahagia. Semoga Tahun 2010 doa-doa saya akan menjadi lebih baik, doa-doa saya menjadi lebih positif, dan jika Tuhan mengabulkannya, saya berharap kaki saya tetap berada di daratan dan jangan biarkan saya lupa diri. Jangan biarkan saya tidak bersyukur atas setitik embun pun yang diberikan buat saya. See, saya sudah berdoa. So.. this is it… Selamat Tahun Baru 2010 dan Selamat tinggal 2009. Be prepare to be happy next year, because it’s gonna be big.
elz
January 22, 2010 at 7:40 AM
hepi niu yer donk..walaupun ini dah tanggal 22.. hehehe
kok aku merasa sedih sekaligus senang yah?
sedih..ternyata banyak sekali yang terjadi padamu dan aku ngga sempat jadi tempat mu berbagi..
senang..karna ko jadi wanita yang kuat sekarang…
aku bangga sama kamu…
Hikks.. What can i say, But live has to move Els. Thanks for being here with me even ada jeda lah sikit hahahha… But I do understand