RSS
 

“Ruang”

09 Dec

Apa susahnya menyediakan ruang curhat antara staf dan manajemen. Apa susahnya memberikan ruang bagi anak-anak yang ingin menjadi dirinya sendiri. Seberapa susah untuk memberikan ruang gerak untuk istri-istri yang ingin sedikit mengekspresikan diri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang bagi pasangan jiwa yang ingin mencintai dengan caranya sendiri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang untuk memiliki quality time bersama pasangan? . jawabannya tidak gampang. Ternyata menyediakan ruang memang ruwet. Sesibuk itukah hari-hari kita. Sepenuh itukah jadwal dalam kepala kita. Sesesak itukah hati kita untuk merasa. Menyediakan “ruang” menjadi satu fenomena keterpaksaan. Tragis.

Ngeblog, tadinya adalah ruang curhat. Bukan rahasia, setiap peblogger pada umumnya memulai aktifitas blogging nya dengan curhatan. Masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, pacaran, relationship dll. Tapi belakangan blog banyak fungsinya. Ada yang jualan online. Ada yang sharing knowledge. Ada yang ajang promosi diri, profile announcement bagi publik figur. Tetapi ,entah kenapa juga belakangan ini saya jadi jarang punya waktu untuk bersama-sama memanfaatkan “ruang” yang tersedia untuk ngeblog. Saya namakan “no chemistry involved”. Seperti syarat memiliki hubungan dengan seseorang saja, chemstry is a must. Beberapa waktu saya sempat berpikir-pikir. Apa sih sebabnya saya shut down begini. Malas Curhat. Malas nulis. Malah lebih gawat malas untuk observasi. Malas menarik konklusi. Benar-benar mati suri. Beberapa topik terbengkalai lunglai terpuruk di notebook. Apakah passion saya menurun?


Iseng-iseng. Saya buka twitter. Ada dee disana. Dee sedang bagi-bagi tips menulis. Salah satu tipsnya mengetuk pintu sadar saya dengan keras. I quote : “Always create a story from what moves you the most, something that keeps you awake at night. Don’t compromise for a less”. Ini yang terjadi. Ini benar-benar terjadi. Saya mencoba menjadi orang lain. Menjadi beradab. Teratur. Menjadi tidy dan clean. Menjadi orang yang ingin berpikir hal-hal yang dianggap penting dan akan membawa kemaslahatan bagi orang banyak. Jeezzzz…. Terlalu serius. Bukan saya. Saya jadi orang lain.

Tetapi sudah agak terlambat untuk disadarisekarang. Ruang yang dulu saya miliki secara personal antara saya dan saat-saat asik ngeblog sudah di delete dalam schedule harian saya. Hanya karena saya ingin menjadi “perempuan itu” .

So hari ini saya kangen sekali ruang “bermain “ itu. Di dalam kepala saya, banyak sekali pemikiran-pemikiran. Mostly tentang hidup sih. Dan kebanyakan karena pengalaman-pengalaman “aneh”. Cuma saya lagi shut down, malas berpikir, dan it was drained inside. Mudah-mudahan sih tak terlalu lama.

-wd-

 

Leave a Reply

 
 
  1. srex

    December 9, 2009 at 2:42 PM

    miss U

     
  2. srex

    December 9, 2009 at 2:46 PM

    hmmm….aku pernah mengalami kejadian seperti yang sekarang kamu alami sist….sampe harus hybernate segala, bukan karena kehabisan ide,atau jenuh tetapi karena kehilangan “teman” blogger yang ku “sayangi”…tetapi ya sudah lah….ku perluas saja area gentayanganku…dan…ternyata aku bisa memunculkan semangatku yang hampir padam.

    hurm gitu ya Mas, aku sih karena puzzle di dalam kepalaku rasanya hampir tersusun sempurna. Dan masih saja aku ndak ngerti apa maksud gambarnya. I’m shrinking down in my deep thoughts. But eniwei, thanks for sharing mas.

     
  3. elmoudy

    December 10, 2009 at 3:56 AM

    ditunggu ruang itu Wid..
    yg jelas gw udah pernah jd pasien disini..hahaa

    n gw suka yg ini :
    ‘Malah lebih gawat malas untuk observasi. Malas menarik konklusi.’
    sepertinya inilah alasan kenapa hidup menjadi penting.

    mengutip kata Bella”twilight”Swan, “Die is easy, life is more difficult” :) .
    Have a nice life.