RSS
 

Archive for December, 2009

Farewell to old 2009

31 Dec

2009, bukan tahun yang tenang. Tahun yang sangat sibuk untuk saya. Pekerjaan, percintaan, sahabatan, intrik, politik, dan surat kaleng. Heheheh… Tahun ini rasanya saya begitu disibukkan akan situasi nano-nano. Asam , manis, asin yang harus saya telan bulat-bulat terkadang, namun juga terkadang harus ditumpahkan karena terlalu penuh dan ingin dilupakan. Dan Tahun ini kami mendapatkan surat kaleng. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.

30 Desember 2009, saya masih bekerja tanpa jeda. Inginnya saya mengeluh dan protes saja. rasanya seberat apapun, memaksa seperti apapun saya bekerja, ternyata itu tidak pernah cukup untuk semuanya. Orang-orang di kantor. Bos, staf, orang-orang yang berasa bos, semuanya menyerang dari berbagai sudut. Seandainya saja ini adalah perang. Di akhir tahun saya bertahan, namun terluka parah. Malah saya sedang dalam kondisi mempertimbangkan untuk menyerah saja. Memang tidak mungkin menyenangkan semua orang. Tapi tidak perlu menjadi “bitchy” juga bukan?. Otodidak, fast learner, saya menjadi terbiasa dengan itu semua. Bertahun mengais rejeki di tempat yang sama, menjadikan saya pribadi yang sedikit berbeda. Tetapi justru tantangan memang berada di Tahun 2009.

Read the rest of this entry »

 
 

Sinetron Sabtu Malam

19 Dec

Menggelitik. Saya terdiam beberapa saat. Mendengarkannya bicara dan mengangguk-angguk seperti burung hantu saja. Hari sudah malam dan mata saya semakin perih menyetir tanpa kaca mata. Agak sedikit mengantuk, mau ngebut tapi jalanan jelek. Huh Medan, dengan jalanan yang berlubang dan tambalan aspal yang tak rata. Disebelah saya , sang adik sedang berkeluh kesah. Tentang kehidupan cinta yang berubah menjadi cerita dalam sinetron. Buruk dan bersambung. Mendayu-dayu tapi penuh semu. Intinya tak berujung dan lupa dimana pangkalnya.

Saya memberi saran, dia mendengarkan. Yang saya khawatirkan dia terlalu mendengarkan. Well perlu saya jelaskan saya dan adik saya tipe yang sangat berbeda. Benar-benar langit dan bumi. Bisa dibilang didalam kepala saya terlalu banyak simpang yang kusut dan puzzle berserakan. Perlu pembenahan tetapi lama-lama saya selalu rindu menyusun puzzle-puzzle berserakan itu. Keras, seorang pemimpi berat dan a loner. Adik saya, seorang yang logis, sederhana , dan pecinta rumah. Satu lagi dia penurut. Hehehe..

Read the rest of this entry »

 

“Ruang”

09 Dec

Apa susahnya menyediakan ruang curhat antara staf dan manajemen. Apa susahnya memberikan ruang bagi anak-anak yang ingin menjadi dirinya sendiri. Seberapa susah untuk memberikan ruang gerak untuk istri-istri yang ingin sedikit mengekspresikan diri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang bagi pasangan jiwa yang ingin mencintai dengan caranya sendiri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang untuk memiliki quality time bersama pasangan? . jawabannya tidak gampang. Ternyata menyediakan ruang memang ruwet. Sesibuk itukah hari-hari kita. Sepenuh itukah jadwal dalam kepala kita. Sesesak itukah hati kita untuk merasa. Menyediakan “ruang” menjadi satu fenomena keterpaksaan. Tragis.

Ngeblog, tadinya adalah ruang curhat. Bukan rahasia, setiap peblogger pada umumnya memulai aktifitas blogging nya dengan curhatan. Masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, pacaran, relationship dll. Tapi belakangan blog banyak fungsinya. Ada yang jualan online. Ada yang sharing knowledge. Ada yang ajang promosi diri, profile announcement bagi publik figur. Tetapi ,entah kenapa juga belakangan ini saya jadi jarang punya waktu untuk bersama-sama memanfaatkan “ruang” yang tersedia untuk ngeblog. Saya namakan “no chemistry involved”. Seperti syarat memiliki hubungan dengan seseorang saja, chemstry is a must. Beberapa waktu saya sempat berpikir-pikir. Apa sih sebabnya saya shut down begini. Malas Curhat. Malas nulis. Malah lebih gawat malas untuk observasi. Malas menarik konklusi. Benar-benar mati suri. Beberapa topik terbengkalai lunglai terpuruk di notebook. Apakah passion saya menurun?

Read the rest of this entry »