Hari ini tugas kami sebagai malaikat pengiring selesailah sudah. Habis kontrak. Seorang teman telah menemukan tambatan hati dan memilih jalan yang mereka anggap itulah yang terbaik untuk dijalani. Yah , saya memang menganggap teman-teman adalah keluarga kedua. Dan memang menganggap mereka adalah malaikat-malaikat tak bersayap yang dititipkan Sang Pencipta ke bumi untuk menjadi cermin bagi setiap tindakan yang saya lakukan di atas dunia. Wajar kalau saya akhirnya menganggap saya adalah malaikat juga bagi teman-teman saya. hihihihi….*pleaseee
Yah perumpamaan itulah yang kami tuliskan di kartu pengantar kado pernikahan salah seorang teman. Seorang teman lama yang kehidupan dan sikapnya begitu kompleks. Sama dengan saya, dia dan perempuan lainnya. Hanya saja hari ini kami bisa sedikit bernafas lega, akhirnya doa-doanya selama ini terkabulkan sudah. Namun dalam setiap “kado” yang dipersembahkan, selalu ada cerita dibalik semuanya. Begitulah juga kehidupan kita semua. Dalam arti harfiah dan arti sebenarnya, selalu ada proses yang harus dilalui untuk mencapai suatu titik tertentu dalam kehidupan. Menikah, memiliki anak, berkarir, menjadi sukses dan sebagainya. Tidak ada yang tiba-tiba “pop” , langsung deh jadi yang diinginkan. Memangnya sihir. Heheheh
Read the rest of this entry »