RSS
 

Archive for September, 2009

Terseret Komitmen

26 Sep

Bukankah kesedihan tidak akan pernah pergi jauh? Dan kebahagiaan tetap ada di balik sisi hati kita? terus… mengapa susah sekali membalikkan hati diantara pilihan kesedihan dan kebahagiaan?

Read the rest of this entry »

 

Musim Penghujan Datang tanpa sang Pendengar

23 Sep

Jika mendengar adalah tugas pertama dari mencintai, maka aku akan berada dalam ambang jurang.. Disatu titik aku tidak dapat lagi menyadari sebenarnya di dalam kondisi seperti apakah sekarang.Posisi mendengar ataukah didengar. Atau bahkan tiada ada lagi yang mampu mendengar. Sehingga cinta hanya roman picisan belaka. Pertanyaan selanjutnya yang sering menggema di ruang-ruang sadar ku adalah bagaimana caranya membaca pertanda Tuhan. Bagaimana membaca aksara dan bahasa yang Tuhan sampaikan kepada ku. Akankah aku memang tidak akan pernah tahu.

Waktu itu musim penghujan…

Jalanan becek dan ramai padat di kota ini

Dia mengajakku ke mall

Yah apalagi yang bisa dilakukan di mall

Nonton mungkin, nongkrongin kedai kopi mungkin, ah yang jelas makan makan makan

Dia tau aku perempuan itu.

Perempuan pelahap apapun kecuali non halal

Hujan turun kalau tak salah,

Aku atau dia yang putuskan, ntahlah

Dulu tak pernah ada masalah siapa memutuskan apa

Dulu tak pernah perduli harus melakukan apa

Siapa memutuskan ingin apa

Yang lain akan mengikut saja

Dan Keputusannya , nonton.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted in Love Story

 

Selamat Kembali ke “Fitri”

22 Sep

Selamat FSdul Fitri. Mohon maaf lahir bathin. Bukankah sangat gampang untuk menyebutkannya bukan?. Hanya menuliskan berbaris kalimat dalam sms, email, kartu dan mengirimkannya kepada beberapa kolega, teman bahkan saudara. Bahkan terkadang kita hanya melakukan co-pas alias copy paste ucapan selamat.terlalu repot untuk memberikan sentuhan pribadi. Bahkan untuk orang-orang spesial dalam kehidupan kita. Orang tua yang selalu menarik tangan kita saat kita terpeleset, terperosok dalam lubuk-lubuk kehidupan, Teman-teman yang menyeka air matamu di saat sedih tak lagi terbendung, saudara yang mengalihkan pikiran panikmu dan menggantikannya dengan renyahan tawa bahkan di malam-malam yang berat sekalipun, dan semua bagian-bagian hidup yang memberikan sumbangsih peran dalam kehidupan kita. Dengan kata lain, apakah selembar kartu, sebaris kalimat dalam surat elektronik dan sms menjadi cukup?

Read the rest of this entry »

 
 

To be continue …. Wid

03 Sep

Sedang malas menulis memakai bolpoin. Dalam jurnal yang tipis dan ndak penting itu. Mungkin saja sudah terlalu banyak doa disana. berbaris-baris. Dan masih saja akan terus bertambah. Itulah yang menjadi perdebatan malam ini. Doa yang to be continue dan tak berbatas.

Dulu ketika usia saya baru menginjak belasan dan awal-awal 20 an, saya senang sekali jika hanya sudah ada yang memberi perhatian. Buat saya itu berkah. Hingga sampai suatu ketika di umur 25an saya merasa, perhatian, pujian dan compliment lainnya membuat saya jengah. Karena 90% dari semua compliment itu tidak datang dengan gratis. Hal itu datang dengan aturan-aturan, datang dengan komplikasi hubungan yang membuat saya tidak dapat mengenali diri saya lagi saya berubah menjadi boneka pajangan. Karena terlalu banyak peraturan yang harus diikuti. Sampai suatu hari pada akhirnya karena keadaan , saya harus sendiri ….

Read the rest of this entry »