Layaknya berita, liputan 6 atau breaking news, berita-berita di facebook dari beberapa teman dan rekan, membuat saya heran. Mengapa harus bicara di facebook. Lupakah mereka no hp saya? Di remove kah id ym saya? Atau tidak bisakah mengirimkan personal message karena pesan yang tak penting seperti konfirmasi atau apapun itu menjadi terasa penting jika dikuarkan ke khalayak ramai. Bingung? Jelas…
Jejaring social seperti facebook ini tak ayal juga mempengaruhi kehidupan. Sejauh apa kkehidupan itu akan terkontaminasi dengan segala jejaring social yang ada, adalah tergantung sejauh apa kita akan terlibat dan menggantungkan hidup kita disana. Semakin jauh kita terlibat maka rasanya seolah-olah tak mungkin lepas dari sana. Dari bangun tidur sampe tidur lagi kita perlu membuat laporan di jejaring social tersebut. Dan mungkin jika kita mati sekalipun, , mungkin akan dipublish juga. “ Maaf saya sudah mati hari ini, silahkan sms orang lain “ . Berlebihankah?? Ya benar. Jejaring social memang mulai berlebihan. Mulai tidak terkontrol menurut saya. Tapi bukan berarti tidak ada positifnya looh. Saya setuju saja dengan jejaring social ini, dapat berguna bagi yang mampu memanfaatkannya dengan maksimal dan pada tempatnya. Bukan hanya sekedar meletakkan berbagai angle foto dan komentar-komentar pedas lainnya. Intinya Saya setuju adanya jejaring ini. Itu hal pertama yang perlu diingat. Saya merasa ini positif, sejauh berada dalam koridornya.