RSS
 

Archive for August, 2009

Terjerat Jejaring Sosial

23 Aug

Layaknya berita, liputan 6 atau breaking news, berita-berita di facebook dari beberapa teman dan rekan, membuat saya heran. Mengapa harus bicara di facebook. Lupakah mereka no hp saya? Di remove kah id ym saya? Atau tidak bisakah mengirimkan personal message karena pesan yang tak penting seperti konfirmasi atau apapun itu menjadi terasa penting jika dikuarkan ke khalayak ramai. Bingung? Jelas…

Jejaring social seperti facebook ini tak ayal juga mempengaruhi kehidupan. Sejauh apa kkehidupan itu akan terkontaminasi dengan segala jejaring social yang ada, adalah tergantung sejauh apa kita akan terlibat dan menggantungkan hidup kita disana. Semakin jauh kita terlibat maka rasanya seolah-olah tak mungkin lepas dari sana. Dari bangun tidur sampe tidur lagi kita perlu membuat laporan di jejaring social tersebut. Dan mungkin jika kita mati sekalipun, , mungkin akan dipublish juga. “ Maaf saya sudah mati hari ini, silahkan sms orang lain “ . Berlebihankah?? Ya benar. Jejaring social memang mulai berlebihan. Mulai tidak terkontrol menurut saya. Tapi bukan berarti tidak ada positifnya looh. Saya setuju saja dengan jejaring social ini, dapat berguna bagi yang mampu memanfaatkannya dengan maksimal dan pada tempatnya. Bukan hanya sekedar meletakkan berbagai angle foto dan komentar-komentar pedas lainnya. Intinya Saya setuju adanya jejaring ini. Itu hal pertama yang perlu diingat. Saya merasa ini positif, sejauh berada dalam koridornya.

Read the rest of this entry »

 
 

“Tadi malam (ketika kau ingin pulang)”

10 Aug

Tadi malam… katamu kau lelah

Kau ingin duduk di taman tempat jalan setapak yang kita jalani

Kau ingin melihat bintang dari balik rimbunan beringin

Katamu… mungkin ini pertama dan terakhir

Kau tak melihatku malam itu, terpesona akan kerlipnya.


Tadi malam… katamu sudah cukup

Secangkir kopi yang kau sedu, lantak tak bersisa

Katamu… waktuku telah habis

Katamu…. kau ingin pulang


Tadi malam….. katamu kau tak berarah

Rindu yang tergenggam dalam perjalanan setapak kita

Kau telah titipkan di lengan sang pemilik waktu

Kau bisikkan pelan, bersamaan dengan gesekan beringin, terurai bersama angin.

Kau menyerah….


Tadi malam….

Jejak kakimu yang menjejak, mendingin dan mengabur bersama malam,

Mengabut menyaput angan, aku berpegangan di temali beringin

Dan lagi….seperti video Dora diulang lagi

Malam seperti pagi dan pagi tak lagi bermatahari.


-wd-


 
 

Out Of The [BOX]

10 Aug

Out OF the BOX

Ah ga baik mengeluh disaat semua orang lagi susah. Tapi kok yaa sesak nafas ndak jelas ini datang lagi. Bukan karena alasan yang satu itu kan…. i hope not. I am not prepare for that thing again. Dan akhirnya segelas besar mocca cola, saya teguk tanpa berpikir apa saja yang terdapat di dalamnya. Sesak rasanya di dalam sana. Ada sesuatu yang ingin keluar. Teriakan mungkin? Perasaan mungkin? Kelelahan yang amat sangat mungkin? Keinginan untuk segera memilih mungkin? Dan keinginan untuk segera keluar dari gulungan rindu yang terus-terusan tak berhenti mendera. Suittt suitt… rindu dengan siapa?

Wah jawabannya bukan dengan siapa. Tapi dengan apa. Saya merindui seringai bisu di sudut bibir saya seperti biasa. Dan Biasanya selalu diiringi dengan materi-materi pikiran yang jumpalitan tak beraturan seperti menyusun puzzle yang berterbangan. Mungkin saya memang suka puzzle, tapi mengapa saya tak memiliki satu puzzle pun di kamar 4 x 6 ini?. Itulah masalahnya, orang-orang selalu bicara “please wid, think and do out of the box” . bahkan si Robert tua itu juga selalu bicara “mereka terlalu mengikuti prosedur, tak mau mengambil resiko, tak mampu berpikir dan bertindak out of the box”. Saya pikirkan lagi sebenarnya apa sih out of the boxnya saya? Apa sih yang mungkin menjadi “sesuatu” yang diluar kebiasaan saya. Hurrrmmm….. what an interesting and demanding thougt ditengah malam pekat ini. Mengapa saya tak memiliki puzzle saya sendiri. Mengapa saya menahan diri untuk itu. Saya bingung.

Read the rest of this entry »