RSS
 

Archive for June, 2009

Pengorbanan….

21 Jun

Seberapa jauh kita akan berjalan untuk yang namanya pengorbanan?

Hingga pada akhirnya kita mulai mengambil kalkulator dan berhitung?

Sampai dititik apa akhirnya kita merasa, wah sudah berkorban terlalu banyak untuk sesuatu. Dan begitu kalkulator mulai menghitung, secara fisik dan mental terus terang kita tidak tahu feed backnya apa.

Mungkin pada akhirnya kita akan berdiri dan saling menunjuk? Seraya berkata aku sudah melakukan begini,begitu dan dsb. Pengorbanan waktu, pengorbanan mental, pengorbanan materi, dan mungkin masih panjang lagi daftarnya.

Read the rest of this entry »

 
 

Do u remember meeting Cinderella?

21 Jun

Cahayanya yang tak terlalu terang, tentu menguntungkan untuk saya. Karena cahaya remang ini membantu saya untuk menyamarkan getaran bibir saya yang sedikit kelu. Hari itu , Saya hampir meninggalkan jantung saya dirumah dan dengan nekat pergi dengan berbekal baju baby yellow dan tubuh tak berjantung. Dengan harapan saya tak perlu repot-repot menyembunyikan degupnya. Mungkinkah? Tak mungkin jawabnya. Karena saya juga membutuhkannya malam itu untuk merasakan degup yang sesungguhnya, kala cinta say “hai”.

Ah ya.. malam semakin larut saja. Perut saya sudah keroncongan, tapi saya tahan. Untuk menyaksikan performance band sekaliber ini. Dicatat ya. Bukan band indonesia. Saya tidak mengatakan band indonesia tidak yahud, hanya saja band jazz ini sudah melegenda. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted in Fiksi

 

Mungkin suatu Hari

08 Jun

Mungkin suatu hari..

Aku akan mengetuk pintu di hatiku

Seraya bergegas membawakanmu sepasang sepatu

Mengingatkanmu, waktunya telah tiba

Mari segera pergi ke ujung taburan pasir itu

Mereka telah menunggu..

Read the rest of this entry »

 
 

Taman Resort Simalem (Merek Hills, Danau Toba)

08 Jun

Misteriously Danau Toba. Kali ini saya berkesempatan melihatnya dari suatu tempat di pinggiran Danau Toba yang sebentar lagi akan benar-benar menjadi suatu resort yang cukup mewah. Resort yang dapat dijadikan salah satu tempat rekomendasi untuk melepaskan ketegangan atas hiruk pikuk kehidupan. Tempat ini dinamakan Taman Simalem Resort. Hanya 2,5 jam dari Medan, itu menurut brosur yang saya baca, namun perjalanannya sendiri cukup butuh perjuangan. Merek, Tanah Karo, begitu kita menemukan tempat itu, Taman Resort Simalem hanya berkisar 15 menit dari sana. Namun, kondisi jalan yang cukup rusak ditambah lagi ada perbaikan jembatan membuat perjalanan tidak semanis 2,5 jam saja. Tepat 3,5 jam saya menghitung perjalanan dari Medan, maka sampailah di suatu tempat yang saya hampir tidak percaya ada tempat seperti ini hanya 3,5 Jam dari Medan.

Menemukan tempat yang cukup membuat suara-suara dalam kepala untuk seharian ini berhenti, dan jaraknya hanya 3,5 jam tak disangka membuat hati saya meloncat-loncat dalam kekaguman. Walau saya sudah untuk kesekian kali nyamelihat hamparan Danau seluas dan semisterius ini. Read the rest of this entry »

 

Bumiku Bad Mood (inspired by Pelukis cilik anonim)

05 Jun

Teringat akan satu lomba lukisan anak-anak. Saya lupa siapa nama pemenangnya. Pada saat saya mengikuti workshop mengenai ”Climate Change and Global Warming” yang diadakan kantor dengan sangat mendadak dan minim fasilitas. Lukisan tersebut diberi judul, “Bumiku sedang Cemberut” (lagi-lagi kalau saya tak salah urutan judulnya). Dengan gambar bumi bulat dan mayoritas warna biru dan coklat yang berbaur di dalamnya, bumi digambarkan seperti icon bersedih di yahoo messenger . Benarkah bumi kita sedang bersedih?

Jika kulit manusia dicubit saja akan terasa sakit, bagaimana dengan kulit bumi yang dikerok sedemikian rupa dan tidak berusaha untuk memperbaikinya dalam waktu yang cukup lama? , apa yang sedang bumi rasakan saat ini. Mungkin pelukis cilik itu memang benar. Tapi bumi tidak sedang sekedar cemberut. Bumi sedang sekarat. Stadium 3 mungkin. Menurut workshop bulan lalu itu. Bumi mengalami komplikasi. Kebakaran hutan , penebangan hutan secara liar, pengerukan sumber daya alam secara terus menerus, lagi-lagi memang untuk alasan kemakmuran hidup manusia. Aktifitas tersebut, secara langsung dan tidak langsung melepas emisi CO2. Read the rest of this entry »