RSS
 

Archive for May, 2009

Sedetik , Semenit

24 May

Sedetik , semenit, satu jam…

Sudah terlewat puluhan purnama

Sudah terlewat bintang jatuhnya

Mengapa tak segera kita bergegas

Sudahi saja dan pulang

Seretlah purnamamu ke ujung jalan

Sedetik, semenit,s atu jam , satu hari

Bertahun sudah sejak kita bertemu di ujung jalan itu

Ternyata kita mungkin kita salah

Ternyata mungkin aku salah

Ah tak mengapa…. Manusia pasti salah

Seperti bahasamu , seperti tattoo yang tercetak di hatimu

Read the rest of this entry »

 
 

Reviewing on “Changelling”

24 May

changelling

What is the movie about? Why i do interesting to make a review on it?

This is why…

When the first time i heard about this movie, and it was directed by Clint Eastwood, one of my favorite hollywood guy, with his calm looks, yes it is tickling. And when i knew the actress will be Angelina Jolie who has full dedication for making a good story, yes that is second reason.

It is 1930’s, the setting was set in a situation of years where women in that years being neglected by law. Was assumed as a weak society. We, in the name of women couldn’t do much more, couldn’t speak much more, couldn’t think any further. That was the setting. We , as woman in the other words is easy to break.

Read the rest of this entry »

 
 

Liang Tea Session

24 May

Kemarin saya dan AJK memutuskan menyegarkan kepala kami yang heat up dengan minum liang tea. Kegiatan minum Liang Tea sudah lama saya kembangkan semenjak jaman saya kuliah. Setiap kali ingin menyegarkan ataupun ingin minum sesuatu yang manis tetapi tidak terlalu manis pastilah saya pergi minum Liang Tea. Tak sedikit cerita yang terungkap setiap kali harus menghabiskan 5 menit untuk minum teh ini. Begitu juga malam ini. Hurm.. seperti mengingat masa-masa lalu. Seperti kembali dengan mesin waktu. Adakah semua ini pada akhirnya akan menjadi cerita kami belaka. Dan siapakah yang bertanggungjawab diantara kami berdua untuk mendokumentasikan semua cerita ini?. Tentu saja saya yang mengambil tanggungjawab mendokumentasikan ini. Dan dia hanya seperti biasa, menemukan dan mencetuskan inspirasi-inspirasi bahan pemikiran bahkan sampai dengan istilah-istilah yang menurut saya cukup menggelitik untuk diangkat.

Read the rest of this entry »

 
 

Hanya sedikit dari Meulaboh

09 May

Kita tidak akan pernah siap menemukan pembicaraan kita sehari-hari menjadi doa yang berwujud kenyataan ketika Tuhan mendengarkannya. Hal ini yang saya coba pahami, ketika akhirnya saya dapati schedule saya selama hampir 2 bulan belakangan ini penuh dengan perjalanan dinas ke tempat yang jarang saya datangi, ketempat yang saya hindari untuk datang dan bahkan ketempat yang belum pernah saya datangi. Padahal di posisi kerja saya, potensi saya untuk melakukan perjalanan dinas ke luar kota secara marathon seperti sekarang ini sangatlah minim.

Tanpa saya sadar keadaan ini adalah keadaan doa terkabul diantara bicara meracau saya. Pertanyaannya, senangkah saya setelah ini terjadi? . klise, manusia memang selalu ingin lebih. Selalu lupa bersyukur bahwa kesempatan telah terjadi di depan mata.

Read the rest of this entry »

 

Seperti Gugusnya *Selamat Datang*

05 May

Seringkah kita memandang langit, di malam hari saat listrik padam belakangan hari ini?

Buat saya , memandang langit menjadi kebiasaan yang berulang kembali di saat-saat ini. Jauh sebelum saya mampu mengartikan apa artinya matahari di tengah hujan gerimis, jauh sebelum saya perduli, sang bulan bercahaya karena limpahan cahaya sang mentari, saya selalu memandang langit jernih yang kala itu seringnya penuh bintang. Dan tak terhitung seberapa banyak momen saya menghitung mereka satu persatu, sampai mulut saya berbusa dan lelah. Memandang bintang adalah kegiatan dengan esensi yang berbeda dikala malam tak berlampu. Malam yang temaram. Malam yang gulita. Kerlipnya , berdenyut seiring dengan denyutan desakan harap yang selalu saya lamatkan dalam senyap. Saya khawatir, mimpi saya adalah motor jiwa saya. Mimpi yang merupakan garis yang lebih panjang dari sekedar titik-titik harapan saya. Sehingga, rasanya mustahil melewatkan satu detik saja tanpa bermimpi.

Gugusan bintang di langit malam selayaknya gugusan mimpi yang kerap hadir dan menghilang tanpa ada yang pernah tahu mengapa. Bintang membingkai malam, bagaikan mimpi membingkai hidup. Berkerlip, bertabur, tanpa pernah tahu , tanpa pernah berhenti bertanya, “mampukah kita hanya sekedar memetik salah satu bintang dengan kerlipnya yang paling indah?”. “Mampukah kita hanya hidup dengan keindahan dan kebahagiaan mutlak semata?”. Dengan begitu, paling tidak setiap kita, setiap hati, setiap kepala yang memiliki mimpi, selalu punya alasan untuk bangun di pagi hari, menyingsingkan lengan baju, melihat keluar jendela dan memilih. Apakah kita akan tetap di dalam dan menunggu, atau bergegas keluar mengejar alasan-alasan itu. Karena Saya yakin, hidup bukan hanya sekedar bertahan, bukan sekedar menengadahkan dua telapak tangan ke udara , seraya berdoa. Hidup selalu punya pilihan untuk diperjuangkan. Bahkan walaupun seperti berjuang menghitung bintang di malam kelam. Akan melelahkan…

Mari bermimpi …

 
8 Comments

Posted in Intro