RSS
 

Archive for the ‘Aku dan Passion’ Category

Berastagi .. dulu dan sekarang.

10 May

Ah yaa… seharusnya weekend ini saya berangkat ke Tangkahan. Melihat penangkaran gajah, jungle tracking dengan gajah, menyeberang sungai dan menginap di rumah kayu yang dingin. Mandi di air terjun yang super duper bikin bibir menggigil pun sudah terbayang di pelupuk mata saya. Tapi, tiba-tiba guide kami harus membatalkan perjalanan. Yaaah…. lengkaplah sudah, saya pikir. Kemarin beberapa peserta yang akan ikut menuju Tangkahan mulai berkurang. Seharusnya kita pergi berdelapan malah menyusut menjadi berempat. Lain kali jangan ajak peserta dalam satu kantor yang sama ya Wid, hihihi. Karena kalau sedang ada event , semuanya jadi tak bisa skip untuk holiday.

So.. apa jadinya? Jadilah saya dan kedua sohib saya memutuskan untuk menginap di Berastagi saja. Sudah lama memang tidak kesana. Apalagi menginap. Terakhir saya kesana hampir setahun yang lalu. itu juga Cuma sekedar main di Hillpark Berastagi. Dulu sih tempat itu cukup menghibur. Tapi wahana game yang itu-itu saja, cukup membuat bosan.

Pukul 6 sore kami mulai bergerak untuk berangkat dari Medan . Memang sengaja berangkat sore. Tujuan kami kali ini adalah mandi air panas di pemandian air panas Debuk-Debuk. Read the rest of this entry »

 

Social Elite

10 Apr


Hari ini ,  saya diundang untuk menghadiri “arisan”. Cuma info saja, saya bukan perempuan-perempuan yang senang ngumpul bersama perempuan lainnya kecuali “sohib”.  Dapat dikatakan memasuki arena baru dalam pergaulan yang kurang diminati menjadi suatu proses tersendiri sore ini.  berhubung sore ini tidak ada orang dirumah, sehingga saya yang seyogyanya pulang kerumah setelah urus-urus bisnis kecil-kecilan, mendapatkan telepon dari Ibu saya. beliau akan pergi terapi siang ini sehingga dirumah otomatis tidak akan ada orang. Dan dengan malas saya memutuskan untuk pergi ke arisan tersebut.

Walaupun pada awalnya saya enggan pergi, namun pagi tadi saya iseng-iseng menyiapkan T-shirt untuk ganti. Siapa tau Saya harus pergi di tengah hari. Dan ternyata feeling saya benar. Read the rest of this entry »

 

Cinta Bukan sekedar Romansa

28 Feb

Doa tidak mampu dipaksa.Tidak bisa mengada-ngada. Tidak bisa dibilang ada namun tiada.  Namun takdir kita, semuanya diatur dalam orbit yang berputar selalu dalam lintasannya. Kecuali jika anda percaya bahwa hidup memang harus diperjuangkan, dan keikhlasan yang disanjung-sanjung itu, bukan pasrah tanpa berusaha, bukan pasrah dan sekedar berdoa. Aku yakin berdoa saja belum cukup, begitu juga berusaha tidak lengkap tanpa berdoa. Seperti hubungan orbit dan lintasannya.

Weekend selama 3 hari ini, tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh ku dan Andie. Masing-masing harus stand by di kantor masing-masing menyelesaikan report akhir bulan. Andie dengan report nya yang tak kumengerti apa, aku dengan hitung-hitungan gajiku. Oh ya aku lupa cerita. Di kantorku, Direktur dan para BOD akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan singkat. Jalan pendek yang mengambil keputusan untuk mengangkat Mr. Omong Banyak untuk menjadi A & F Manager. Sebenarnya yah dia tidak too bad. Hanya saja suami istri dalam kantor itu membuat struktur berantakan dan garis perintah dan tugas mencong-mencong. Terjebak antara kebingungan Apakah harus profesional mengikuti perintah bos atau tunduk akan perintah istri :P . Tapi sudahlah malas ikut campur, aku sudah mengambil keputusan sendiri mengenai kondisi ini. Semenjak masuk ke company ini dan tidak banyak yang dapat diubah baik kultur dan kebiasaan, sistem dan regulasi, aku memutuskan untuk segera hengkang saja. Singkatnya , bos baru kebiasaan baru. Dan aku terjebak di tengah libur untuk segera berkonsolidasi dengar Mr. Omong B.

Daripada pulang, mending aku seperti biasa menculik Andie. Dan langsung ingin ke mall aja. Janjian dengan kak Caca di mall jam 13.00. Aduh sial, Andie masih banyak report yang belum selesai, terpaksa aku dan kak Caca berkeliling shopping di mall. Ada something missing. Oh ya.. aku blom ceting seharian. Hehehe.. tumben. Dari BB langsung open YM. Ting ting.. masuk message baru. Dari Mr. SKSD pesannya . Berikut adalah pembicaraan singkat kami :

Read the rest of this entry »

 

“Ruang”

09 Dec

Apa susahnya menyediakan ruang curhat antara staf dan manajemen. Apa susahnya memberikan ruang bagi anak-anak yang ingin menjadi dirinya sendiri. Seberapa susah untuk memberikan ruang gerak untuk istri-istri yang ingin sedikit mengekspresikan diri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang bagi pasangan jiwa yang ingin mencintai dengan caranya sendiri. Dan seberapa sulit menyediakan ruang untuk memiliki quality time bersama pasangan? . jawabannya tidak gampang. Ternyata menyediakan ruang memang ruwet. Sesibuk itukah hari-hari kita. Sepenuh itukah jadwal dalam kepala kita. Sesesak itukah hati kita untuk merasa. Menyediakan “ruang” menjadi satu fenomena keterpaksaan. Tragis.

Ngeblog, tadinya adalah ruang curhat. Bukan rahasia, setiap peblogger pada umumnya memulai aktifitas blogging nya dengan curhatan. Masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, pacaran, relationship dll. Tapi belakangan blog banyak fungsinya. Ada yang jualan online. Ada yang sharing knowledge. Ada yang ajang promosi diri, profile announcement bagi publik figur. Tetapi ,entah kenapa juga belakangan ini saya jadi jarang punya waktu untuk bersama-sama memanfaatkan “ruang” yang tersedia untuk ngeblog. Saya namakan “no chemistry involved”. Seperti syarat memiliki hubungan dengan seseorang saja, chemstry is a must. Beberapa waktu saya sempat berpikir-pikir. Apa sih sebabnya saya shut down begini. Malas Curhat. Malas nulis. Malah lebih gawat malas untuk observasi. Malas menarik konklusi. Benar-benar mati suri. Beberapa topik terbengkalai lunglai terpuruk di notebook. Apakah passion saya menurun?

Read the rest of this entry »

 

Marathon !! ( Banda Aceh )

22 Nov

Hari pertama di Banda setelah terbang 45 menit dari Medan, saya dihibur dengan mengunjungi pantai. Lampu’uk Beach. Halah, kenapa juga jadi Bahasa Inggris. Saya akhirnya menjejakkan kaki di pantai ini. Dengan ditemani oleh seorang teman yang melarikan diri dari kantornya. Sudah lama dengar nama pantai ini. Tapi setelah berulang-ulang kali ke kota ini saya selalu tidak sempat singgah. Dan kali ini terbayar sudah. Lampu’uk di depan mata. Jangan membayangkan pantai ini memiliki resort ya. Bayangkanlah pantai pribadi yang kita miliki di dekat lingkungan rumah kita. Hanya saja yang merusak pemandangan adalah, pondok-pondok tempat minum air kelapa muda yang sangat mengganggu. Kesannya rame dan tak beraturan.

Read the rest of this entry »

 

Preparation

17 Nov

Sambil mempacking semua kebutuhan saya untuk perjalanan 9 hari saya ini, saya banyak berpikir. Bagaimana jika akhirnya saya memutuskan untuk tidak melakukannya saja. Dalam konteks, keluar dari kotak yang sudah membuat saya kehilangan siapa diri saya sedikit demi sedikit namun pasti. Sejujurnya, saya lelah. Itu saja simple dan pasti. Hal yang selalu berseliweran selama 6 bulan ini adalah istirahat. Istirahat dari semua kerumitan, kantor dan pribadi.

Read the rest of this entry »

 

Mi ….. Passport

12 Nov

Saya memandangi passport saya untuk kesekian kalinya hari ini. Ya, akhirnya perpanjangan passport selesai hari ini dan sukses saya terima hari ini juga. Rasanya berbunga-bunga banget karena saya mengurusnya dengan kemampuan dan keterbatasan waktu saya beberapa minggu terakhir ini. Kedengarannya membuang-buang waktu yaah. Karena untuk mengurus passport ini saya harus bolak balik kantor imigrasi entah untuk berapa kali. Mungkin ada untuk keenam kalinya. Hampir saja saya menyerah dan ingin mencari agen saja tetapi sesuatu dari dalam sana (baca : hati kecil) mengatakan , “please wid, nikmati kemenangannya atas kesusahanmu ini”. Makanya dengan gegap gempita, semerta-merta saya memaksa diri untuk melakukannya dengan “tangan kosong” alias by myself tanpa embel-embel.

Read the rest of this entry »

 

To be continue …. Wid

03 Sep

Sedang malas menulis memakai bolpoin. Dalam jurnal yang tipis dan ndak penting itu. Mungkin saja sudah terlalu banyak doa disana. berbaris-baris. Dan masih saja akan terus bertambah. Itulah yang menjadi perdebatan malam ini. Doa yang to be continue dan tak berbatas.

Dulu ketika usia saya baru menginjak belasan dan awal-awal 20 an, saya senang sekali jika hanya sudah ada yang memberi perhatian. Buat saya itu berkah. Hingga sampai suatu ketika di umur 25an saya merasa, perhatian, pujian dan compliment lainnya membuat saya jengah. Karena 90% dari semua compliment itu tidak datang dengan gratis. Hal itu datang dengan aturan-aturan, datang dengan komplikasi hubungan yang membuat saya tidak dapat mengenali diri saya lagi saya berubah menjadi boneka pajangan. Karena terlalu banyak peraturan yang harus diikuti. Sampai suatu hari pada akhirnya karena keadaan , saya harus sendiri ….

Read the rest of this entry »

 

Doa saja tidak cukup….

28 Jul

Ketika melintas ruangan di kantor dan melewati sebuah pintu kaca yang memantulkan keseluruhan postur tubuh saya yang terbalut setelan coklat chic hari ini. Dengan sepatu gradasi orange coklat dan kalung kayu bulat yang selalu menjadi favorit saya. Rambut gelung ke samping barely neck. Dengan detail ikat pita dari kalung yang saya gunakan, seolah ingin mengatakan, silahkan buka kadonya. Dan inilah saya. Membayangkan saya menjadi orang lain. Tinggal di suatu tempat yang bukan saya, menjadi saya tapi hanya dirumah saja. Menjadi saya hanya di blog saya. Menjadi saya hanya didunia maya. Pertanyaan nya sanggupkah saya?

Read the rest of this entry »