Out OF the BOX
Ah ga baik mengeluh disaat semua orang lagi susah. Tapi kok yaa sesak nafas ndak jelas ini datang lagi. Bukan karena alasan yang satu itu kan…. i hope not. I am not prepare for that thing again. Dan akhirnya segelas besar mocca cola, saya teguk tanpa berpikir apa saja yang terdapat di dalamnya. Sesak rasanya di dalam sana. Ada sesuatu yang ingin keluar. Teriakan mungkin? Perasaan mungkin? Kelelahan yang amat sangat mungkin? Keinginan untuk segera memilih mungkin? Dan keinginan untuk segera keluar dari gulungan rindu yang terus-terusan tak berhenti mendera. Suittt suitt… rindu dengan siapa?
Wah jawabannya bukan dengan siapa. Tapi dengan apa. Saya merindui seringai bisu di sudut bibir saya seperti biasa. Dan Biasanya selalu diiringi dengan materi-materi pikiran yang jumpalitan tak beraturan seperti menyusun puzzle yang berterbangan. Mungkin saya memang suka puzzle, tapi mengapa saya tak memiliki satu puzzle pun di kamar 4 x 6 ini?. Itulah masalahnya, orang-orang selalu bicara “please wid, think and do out of the box” . bahkan si Robert tua itu juga selalu bicara “mereka terlalu mengikuti prosedur, tak mau mengambil resiko, tak mampu berpikir dan bertindak out of the box”. Saya pikirkan lagi sebenarnya apa sih out of the boxnya saya? Apa sih yang mungkin menjadi “sesuatu” yang diluar kebiasaan saya. Hurrrmmm….. what an interesting and demanding thougt ditengah malam pekat ini. Mengapa saya tak memiliki puzzle saya sendiri. Mengapa saya menahan diri untuk itu. Saya bingung.