RSS
 

Archive for the ‘BFF story?’ Category

Tong Sampah tak berdasar

25 May

"Kita"

“halllooo…”
“allo” suara kecil diseberang menyahut. “ini siapa yaa?” lanjutnya.
“ini Tante Widi, ini Arik yaa?” sahutku ga kalah semangat.
“ohh tante Widi… aduh.. Arik kangen loh tante… udah lama”

Langsung wajah saya sumringah. Hehehe… rasanya kok berbeda ya di kangenin sama anak-anak umur 6 tahun dibandingkan dikangenin sama om-om upss… abang-abang maksudnya. Hehehe. Sumringah yang beda, dan langsung pengen tanya-tanya banyak. Walaupun diseberang sana suara Ibunya, Icha, terus mengajarkannya harus berbicara apa. Harus menjawab apa. Dan cerita-cerita yang tak nyambung antara satu dengan yang lainnya terus mengalir selama kurang lebih sepuluh menit. Dari cerita Power Ranges, main game di komputer yang entah apa namanya, sampai cerita makan siang pakai apa hari ini. Ah senangnyaaa… hehehe. Saya memang kangen. Kangen dengan Ibunya, kangen dengan Arik juga yang selalu membanding-bandingkan saya dengan Aura Kasih ( maaf jangan protes yaa.. namanya juga anak-anak hahaha…). Hurmm apa khabar dirimu wahai sobat!

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted in BFF story?

 

Cinta Bukan sekedar Romansa

28 Feb

Doa tidak mampu dipaksa.Tidak bisa mengada-ngada. Tidak bisa dibilang ada namun tiada.  Namun takdir kita, semuanya diatur dalam orbit yang berputar selalu dalam lintasannya. Kecuali jika anda percaya bahwa hidup memang harus diperjuangkan, dan keikhlasan yang disanjung-sanjung itu, bukan pasrah tanpa berusaha, bukan pasrah dan sekedar berdoa. Aku yakin berdoa saja belum cukup, begitu juga berusaha tidak lengkap tanpa berdoa. Seperti hubungan orbit dan lintasannya.

Weekend selama 3 hari ini, tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh ku dan Andie. Masing-masing harus stand by di kantor masing-masing menyelesaikan report akhir bulan. Andie dengan report nya yang tak kumengerti apa, aku dengan hitung-hitungan gajiku. Oh ya aku lupa cerita. Di kantorku, Direktur dan para BOD akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan singkat. Jalan pendek yang mengambil keputusan untuk mengangkat Mr. Omong Banyak untuk menjadi A & F Manager. Sebenarnya yah dia tidak too bad. Hanya saja suami istri dalam kantor itu membuat struktur berantakan dan garis perintah dan tugas mencong-mencong. Terjebak antara kebingungan Apakah harus profesional mengikuti perintah bos atau tunduk akan perintah istri :P . Tapi sudahlah malas ikut campur, aku sudah mengambil keputusan sendiri mengenai kondisi ini. Semenjak masuk ke company ini dan tidak banyak yang dapat diubah baik kultur dan kebiasaan, sistem dan regulasi, aku memutuskan untuk segera hengkang saja. Singkatnya , bos baru kebiasaan baru. Dan aku terjebak di tengah libur untuk segera berkonsolidasi dengar Mr. Omong B.

Daripada pulang, mending aku seperti biasa menculik Andie. Dan langsung ingin ke mall aja. Janjian dengan kak Caca di mall jam 13.00. Aduh sial, Andie masih banyak report yang belum selesai, terpaksa aku dan kak Caca berkeliling shopping di mall. Ada something missing. Oh ya.. aku blom ceting seharian. Hehehe.. tumben. Dari BB langsung open YM. Ting ting.. masuk message baru. Dari Mr. SKSD pesannya . Berikut adalah pembicaraan singkat kami :

Read the rest of this entry »

 

Pesta Bujang

13 Feb

Hurmm pesta bujang ya, bukankah itu kebiasaan “bule” ?, tapi mungkin beberapa hari ini seseorang berusaha untuk memanfaatkan masa bujangnya untuk memikirkan kembali keputusannya untuk menikah.

Sebut saja Aji. Aji adalah salah seorang temanku yang khabarnya akan menikah. Ok, aku ralat. Aji adalah seorang yang pernah pedekate dengan ku. Dan langsung mengajak untuk menikah dalam waktu singkat. Apakah aku senang? Ternyata lebih kearah menakutkan. Singkat kata, aku lari sejauh-jauhnya. Melakukan yang perlu dilakukan. Mengeluarkan statement-statement yang membuatnya mengerti aku tidak dapat melakukannya dibawah tekanan. Sebaiknya menikah tidak berada dibawah tekanan. Paling tidak , menikah dalam versi ku.

Hebatnya, ternyata sembari melakukan pedekate dengan ku , Aji juga sedang pedekate dengan seorang perempuan di daerahnya tinggal. Perempuan ini sepertinya sudah lama dikenal dan memang sudah pedekate lama hanya saja Aji tidak yakin dengan nya. Menurut bahasanya adalah kurang merasa nyaman. Dan Aji merasakan kenyamanan yang melebihi ekspektasinya ketika bertemu denganku. Halah..

Read the rest of this entry »

 

Adakah yang dinamakan berlebihan untuk sebuah CINTA?

01 Nov

Hari ini tugas kami sebagai malaikat pengiring selesailah sudah. Habis kontrak. Seorang teman telah menemukan tambatan hati dan memilih jalan yang mereka anggap itulah yang terbaik untuk dijalani. Yah , saya memang menganggap teman-teman adalah keluarga kedua. Dan memang menganggap mereka adalah malaikat-malaikat tak bersayap yang dititipkan Sang Pencipta ke bumi untuk menjadi cermin bagi setiap tindakan yang saya lakukan di atas dunia. Wajar kalau saya akhirnya menganggap saya adalah malaikat juga bagi teman-teman saya. hihihihi….*pleaseee

Yah perumpamaan itulah yang kami tuliskan di kartu pengantar kado pernikahan salah seorang teman. Seorang teman lama yang kehidupan dan sikapnya begitu kompleks. Sama dengan saya, dia dan perempuan lainnya. Hanya saja hari ini kami bisa sedikit bernafas lega, akhirnya doa-doanya selama ini terkabulkan sudah. Namun dalam setiap kado yang dipersembahkan, selalu ada cerita dibalik semuanya. Begitulah juga kehidupan kita semua. Dalam arti harfiah dan arti sebenarnya, selalu ada proses yang harus dilalui untuk mencapai suatu titik tertentu dalam kehidupan. Menikah, memiliki anak, berkarir, menjadi sukses dan sebagainya. Tidak ada yang tiba-tiba “pop” , langsung deh jadi yang diinginkan. Memangnya sihir. Heheheh

Read the rest of this entry »

 

Ah susahnya menjadi diri sendiri.

11 Oct

Kemarin dan kemarinnya lagi, pertanyaan yang sama terus mengusik pikiran saya yang kelabu. Yaitu apa yang membuat saya tidak berhenti, jika saya tidak menyukai sesuatu. Misalnya saja ; saya tidak suka jalan-jalan dengan si A, saya tidak suka menghabiskan waktu mengobrol dengan si B, saya tidak suka si C mengikuti kegiatan saya terus di dunia maya, dan banyak lagi yang lainnya. Dan saya datang dengan satu kesimpulan mengapa saya tak jua berhenti jika saya tidak menginginkan melakukan sesuatu, alasannya karena saya makhluk sosial yang mengenal toleransi. .

Beberapa minggu yang lalu saya berbicara dengan seseorang, tepatnya sedikit berargumentasi mungkin. Dia mengatakan “apakah salah mengatakan hal yang sejujurnya”. Saya jawab Sama sekali tidak salah. Hanya terkadang kejujuran keluar dalam bahasa yang terlalu tegas. Sehingga telinga yang mendengarnya , hati yang merasanya, tergores karena bahasa. Ah betapa mirisnya. Hanya untuk mendapatkan kejujuran, kita harus melalui garis luka. Jika ditilik lagi hal yang diperdebatkan ini, sebenarnya apa sih yang membuat kita tidak memilih jujur dibandingkan berbohong saja. Apalagi jika diikuti dengan alasan “demi kebaikan” . Bohong putih. Bohong sedikit. Biar tidak ada kekacauan. Biar tidak ada api kemarahan dimana-mana. Saya setuju dengan bohong putih jika tidak ada keterikatan emosional antara yang dibohongi dengan yang berbohong. Misalnya, berbohong kepada atasan sedang berada di Bank padahal sedang di jalan sehabis lihat butik baru. Sekali-kali bolehlah. Tidak ada keterikatan emosional disana, hanya keterikatan pekerjaan. Tetapi berbeda ceritanya jika kita memiliki keterikatan emosional. Bohong putih pun lama-lama bisa menjadi kelabu.

Read the rest of this entry »

 

Terseret Komitmen

26 Sep

Bukankah kesedihan tidak akan pernah pergi jauh? Dan kebahagiaan tetap ada di balik sisi hati kita? terus… mengapa susah sekali membalikkan hati diantara pilihan kesedihan dan kebahagiaan?

Read the rest of this entry »

 

To be continue …. Wid

03 Sep

Sedang malas menulis memakai bolpoin. Dalam jurnal yang tipis dan ndak penting itu. Mungkin saja sudah terlalu banyak doa disana. berbaris-baris. Dan masih saja akan terus bertambah. Itulah yang menjadi perdebatan malam ini. Doa yang to be continue dan tak berbatas.

Dulu ketika usia saya baru menginjak belasan dan awal-awal 20 an, saya senang sekali jika hanya sudah ada yang memberi perhatian. Buat saya itu berkah. Hingga sampai suatu ketika di umur 25an saya merasa, perhatian, pujian dan compliment lainnya membuat saya jengah. Karena 90% dari semua compliment itu tidak datang dengan gratis. Hal itu datang dengan aturan-aturan, datang dengan komplikasi hubungan yang membuat saya tidak dapat mengenali diri saya lagi saya berubah menjadi boneka pajangan. Karena terlalu banyak peraturan yang harus diikuti. Sampai suatu hari pada akhirnya karena keadaan , saya harus sendiri ….

Read the rest of this entry »

 

Pengorbanan….

21 Jun

Seberapa jauh kita akan berjalan untuk yang namanya pengorbanan?

Hingga pada akhirnya kita mulai mengambil kalkulator dan berhitung?

Sampai dititik apa akhirnya kita merasa, wah sudah berkorban terlalu banyak untuk sesuatu. Dan begitu kalkulator mulai menghitung, secara fisik dan mental terus terang kita tidak tahu feed backnya apa.

Mungkin pada akhirnya kita akan berdiri dan saling menunjuk? Seraya berkata aku sudah melakukan begini,begitu dan dsb. Pengorbanan waktu, pengorbanan mental, pengorbanan materi, dan mungkin masih panjang lagi daftarnya.

Read the rest of this entry »