Bagaimana caranya mencintaimu…
Tanpa menghentikan hujan, tanpa menantang matahari
Bagaimana caranya mencintaimu..
Tanpa membenci rembulan, tanpa mengabaikan desah dedaunan
Aku tak tahu caranya.
Bagaimana caranya mencintaimu…
Tanpa menghentikan hujan, tanpa menantang matahari
Bagaimana caranya mencintaimu..
Tanpa membenci rembulan, tanpa mengabaikan desah dedaunan
Aku tak tahu caranya.
2009, bukan tahun yang tenang. Tahun yang sangat sibuk untuk saya. Pekerjaan, percintaan, sahabatan, intrik, politik, dan surat kaleng. Heheheh… Tahun ini rasanya saya begitu disibukkan akan situasi nano-nano. Asam , manis, asin yang harus saya telan bulat-bulat terkadang, namun juga terkadang harus ditumpahkan karena terlalu penuh dan ingin dilupakan. Dan Tahun ini kami mendapatkan surat kaleng. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.
30 Desember 2009, saya masih bekerja tanpa jeda. Inginnya saya mengeluh dan protes saja. rasanya seberat apapun, memaksa seperti apapun saya bekerja, ternyata itu tidak pernah cukup untuk semuanya. Orang-orang di kantor. Bos, staf, orang-orang yang berasa bos, semuanya menyerang dari berbagai sudut. Seandainya saja ini adalah perang. Di akhir tahun saya bertahan, namun terluka parah. Malah saya sedang dalam kondisi mempertimbangkan untuk menyerah saja. Memang tidak mungkin menyenangkan semua orang. Tapi tidak perlu menjadi “bitchy” juga bukan?. Otodidak, fast learner, saya menjadi terbiasa dengan itu semua. Bertahun mengais rejeki di tempat yang sama, menjadikan saya pribadi yang sedikit berbeda. Tetapi justru tantangan memang berada di Tahun 2009.
Bukankah kesedihan tidak akan pernah pergi jauh? Dan kebahagiaan tetap ada di balik sisi hati kita? terus… mengapa susah sekali membalikkan hati diantara pilihan kesedihan dan kebahagiaan?
Selamat FSdul Fitri. Mohon maaf lahir bathin. Bukankah sangat gampang untuk menyebutkannya bukan?. Hanya menuliskan berbaris kalimat dalam sms, email, kartu dan mengirimkannya kepada beberapa kolega, teman bahkan saudara. Bahkan terkadang kita hanya melakukan co-pas alias copy paste ucapan selamat.terlalu repot untuk memberikan sentuhan pribadi. Bahkan untuk orang-orang spesial dalam kehidupan kita. Orang tua yang selalu menarik tangan kita saat kita terpeleset, terperosok dalam lubuk-lubuk kehidupan, Teman-teman yang menyeka air matamu di saat sedih tak lagi terbendung, saudara yang mengalihkan pikiran panikmu dan menggantikannya dengan renyahan tawa bahkan di malam-malam yang berat sekalipun, dan semua bagian-bagian hidup yang memberikan sumbangsih peran dalam kehidupan kita. Dengan kata lain, apakah selembar kartu, sebaris kalimat dalam surat elektronik dan sms menjadi cukup?