Day to day making Financial report.

Read full article | No Comments

 

Buat yang memang bercita-cita menjadi akuntan, mungkin membuat laporan keuangan adalah hal yang gampang. Tetapi buat saya yang memilih untuk tidak into it to accounting, hal ini adalah pekerjaan berhari-hari yang penuh dengan kehausan informasi yang dapat mendukung demi terciptanya laporan keuangan ini.

Sekenal-kenalnya kita dengan seseorang, lebih baik mengenali buku yang kita baca. Paling tidak dalam mengerjakan laporan ini, membaca buku lebih membuat saya happy dan tercerahkan dibandingkan dengan bertanya grasa grusu ke orang-orang. Apalagi harus berhadapan dengan bos yang demanding dan kadang suka unreasonable. Saya harus tegarrrrr!

Saya tidak suka akuntansi. Tapi saya suka dengan ide menggunakan tekhnologi untuk memudahkan pekerjaan. Entah kenapa ketika mendapatkan pekerjaan ini, saya tidak berpikir akan terlibat begitu jauh dalam mempersiapkan step to step laporan keuangan. Sama sekali tidak terpikir. Namun, yang namanya masih makan gaji, penyimpangan akan job desk bisa berkembang sedemikian jauhnya. Well… semoga suatu hari saya diberi kesempatan untuk dapat bekerja di bidang seni. Dan tidak harus berkutat dengan buku-buku tebal di tengah malam yang membicarakan cara menjurnal biaya. Terlebih lagi tidak harus kebat-kebit jika neraca saldo tidak balance. Hihihih…

Hari ini saya senang sekali, akhirnya saya dapat menyelesaikan satu siklus pembuatan laporan dari puing-puing informasi transaksi yang tidak lengkap. Saya pun merayakannya dengan belanja celana piyama+ makan martabak manis coklat keju yang full of fat hahaha. Walaupun masih banyak sekali target kerjaan yang harus dikerjakan dari laporan-laporan yang tertinggal untuk dikerjakan.at least hari ini dan malam ini saya tidak ingin memikirkannya. Saya harus meredeem hari-hari saya yang penuh dengan teka-teki akuntansi. Saya harus mengganti malam-malam dimana saya harus tidur larut dan masuk angin untuk melakukan proses yang benar. Namun malam ini, saya harap dapat tidur nyenyak, no dream at all.

 

 

Hujan sudah tak sama lagi

Read full article | No Comments

Beberapa hari ini Medan mendung. Hujan deras mengguyur kota saya dari kemarin. Mobil yang kotor bahkan belum sempat untuk dicuci. Dan saya mengutuki kemalasan saya untuk mengguyur sebentar mobil kesayangan dan satu-satunya itu. Ah.. mungkin nanti sore. Janji yang sama yang saya ucapkan setiap hari. Tapi jangan terlalu dibawa kehati, setiap sore saya punya alasan yang berbeda untuk membatalkannya.

Siang kemarin hujan di siang hari. Disertai  dengan dentuman petir yang menyeramkan. Tanah serasa bergetar. 10 menit petir saling menyambar, seperti biasa, listrik pun dipadamkan. Saya terpaksa harus menghentikan pekerjaan dan pergelutan saya dengan report dan xls ini untuk sementara. Iseng-iseng saya membaca buku yang selalu ada di headbed saya. Dan saya tertidur.

Enaknya dulu, hujan-hujan begini akan mendatangkan hawa udara yang dingin juga. Membuat kita ingin menarik selimut dan bergelung didalamnya. Entah kenapa hujan sekarang tidak seperti itu. Entah mengapa saya masih berasa gerah didalam kamar ini. Mungkin karena kamar saya yang kecil dan penuh dengan barang-barang. Mungkin juga karena bumi memang sudah begitu panasnya sehingga dinginnya air tidak memberi pengaruh yang banyak lagi untuk mendinginkan suhu. Saya direbus.

Mungkin alasan saya tidak menggunakan Aircon saat itu karena ingin memberi sumbangsih kecil ke bumi. Agar bumi tak kian terpanggang. Tapi belakangan ini saya hampir menyerah dipanggang bumi. Saya harus berdamai dengan keadaan bukan?. Tapi belum menemukan cara yang pas. Semakin hari semakin gerah. Tidur semakin gelisah. Aktifitas saya dirumah dan dikamar ini banyak terganggu. Ah.. sudah saatnyakah saya ikutan memanggang bumi?

Hari ini mendung. It feels like morning in Berastagi ( ga keren gitu hahaha). Tapi udaranya tidak termasuk. Tidak ada hawa yang sejuk menusuk kulit. Tidak ada angin semilir yang mengiringi mendung. Pagi ini mendung… tapi rasanya saya tetap mengeluarkan keringat. Mungkin kira-kira rasanya seperti nasi yang dipanaskan di dalam rice cooker. Tidak panas tetapi hangat dan berkeringat :D .

 

 

Ready for a party

Read full article | No Comments

Oke hari ini hari yang panas. Sudah beberapa hari begini. Dari pagi yang terpikir Cuma makan es krim dan berendam. Mungkin akan sangat menyenangkan. Namun dengan banyak nya hal yang harus diurus, dan pikiran yang tidak tenang karena dateline semakin memburu, plan untuk leyeh-leyeh di salon pun harus ditunda.

Sehabis mengantar seorang teman, setelah setengah memaksanya untuk membenarkan dress saya untuk kawinan adik, I don’t have a place to go. Terpikir untuk mencari sepatu pasangan si dress. Namun rasanya semua tempat yang potensial sudah saya datangi dan hasilnya masih nihil. Dan saya mulai lemas desperado. Akhirnya harapan terakhir hanyalah datang ke Cambridge Mall, di Medan.

Read the rest of this entry »

1st Feb …. Marah?!!

Read full article | 1 Comment

Sebagian orang bisa kerja dan hidup tenang setelah melakukan sesuatu yang merusak hari-hari orang lain….. dengan tenangnya …. Dengan senyum di wajah mereka… seolah-olah kesibukan dan hari-hari hanya milik mereka saja… hanya mereka yang bisa sibuk dan dikatakan sibuk… hanya mereka yang punya kepentingan terhadap hari.. terhadap matahari. Hanya perut mereka yang perlu diisi makanan.. -dan hanya hari –hari mereka yang perlu diisi dengan tawa. Begitu egoisnya. Begitu tidak tahu dirinya.

Semoga mereka diberi ketenangan dalam perjalanan hidupnya… atas ketidaktenangan kehidupan yang mereka berikan kepada orang lain. Semoga mereka diberi kemudahan olehNya karena telah memberikan ketidakmudahan kehidupan bagi yang lain. Amin.

 

 

*rusak mood*

Aaahhhh…. Sibuknya Jakarta

Read full article | 2 Comments

Jam tangan saya telah menunjukkan jam 15.00 Wib saat ini. Dan kami ,saya dan rekan kantor saya, sedang menuju Ratu Plaza. Saya tidak tahu seberapa lama perjalanan normal yang dibutuhkan dari bilangan Wahid Hasyim menuju tempat itu. Namun yang jelas, saya sedang menikmati macet di jalanan ibukota ini. Rasanya seperti tua di jalan, dan rindu kamar saya dengan berbagai macam buku didalamnya dan seorang yang tertidur pulas disamping saya. I miss him right now.

2 minggu yang lalu saya bercengkrama dengan hotel di kota ini. Tidak memiliki kesempatan kemana-mana. Sepertinya kunjungan kali ini juga akan kurang lebih sama. Belum ada yang cukup menarik perhatian saya untuk dikunjungi disini. Namun, bertemu dengan teman-teman dan saling bertukar cerita , cukup membuat saya senang. Itu sudah lebih dari cukup. Cukup membuat saya seperti merasa dirumah.

Tampaknya perjalanan sudah seabad rasanya. Dan bahkan saya hampir tertidur, menyesal saya tidak mengiyakan ajakan teman saya untuk naik bus way saja. Karena sepertinya jalannya kenceng. Namun mendengar pengalaman seorang teman yang mengatakan kalo busway sekarang agak-agak jorok, dan karena saya banyak bawaan, jadi lebih baik saya memilih kendaraan yang safe nan siput jalannya a.k.a taxy. Mana supir taxy nya teus-terusan menarik nafas kesal lagi. Hidup ini berat jendral!

Tiba-tiba teringat, huahh saya masih banyak target kerjaan. Masih harus men-tandem si mas-mas dikantor ini, masih harus menghasilkan output report as my bos required, masih harus ini… Harus itu… Sementara ingin pulang dengan cepattt…aarrgghh*pingsan*

Dilangit Ada Bintang …

Read full article | 1 Comment

Dilangit ada bintang. Kenapa pilih nama ini. Satu hal yang terbesit di dalam kepala saya ketika memilih nama ini adalah hanya hal klise yang mungkin norak bagi orang lain. Tapi buat saya, melihat ke langit malam dan masih ada bintang walaupun satu-satu adalah suatu harapan yang tetap hidup. Baik di hati saya sendiri ataupun di hati orang lain yang jiwanya tidak selalu tenang. Yang kehidupannya tidak selalu nyaman. Yang keinginannya tidak selalu tergapai. Yang kehidupannya up and down. Buat siapa saja yang hampir lupa untuk berharap. Itulah yang terbersit saat itu. Tidak pernah terpirkir, blog ini adalah suatu pelarian ,suatu pelampiasan, suatu gambaran seperti apa saya dibalik layar blog Dilangit Ada Bintang ini.

Read the rest of this entry »

Bekerja Sendiri (dirumah)

Read full article | 6 Comments

Lagi-lagi saya resign… sudah hampir 3 minggu ini saya bekerja dirumah. Alhamdullilah saya mendapat kesempatan untuk memiliki pekerjaan yang waktunya fleksibel. Kita harus bisa bermimpi dan membiarkan Universe mewujudkannya. Hal pertama yang saya lakukan adalah bersyukur saya berada dalam posisi ini.

Kira-kira lebih dari 2 bulan yang lalu saya mendapatkan telepon dari salah satu eks bos saya di Foundation dulu              
( kerennya NGO) yang menyatakan membutuhkan tenaga saya. Nah dengan sedikit chit dan chat sana sini, beliau menawarkan kepada saya satu posisi yang bisa dibilang bukan hal baru namun bukan juga bisa saya kuasai semua bidangnya. Saya meragu saat itu.

Read the rest of this entry »

Komitmen

Read full article | No Comments

Sebagian orang tidak mengerti apa artinya komitmen. Bagaimana satu komitmen yang diambil bersama orang lain dapat mempengaruhi kehidupan orang tersebut. Sebagian tidak perduli jika ego mereka akan memberikan goresan dalam cerita kehidupan orang lain. Bahkan sebagian orang dengan gampangnya merasa komitmen adalah suatu aktivitas ringan seperti ngopi di pagi hari.

Satu hal yang pasti bagaimanapun kita mencoba untuk memaksakan suatu komitmen, mereka yang tidak mengerti pengaruhnya, tidak akan bergeming.

Hari ini hari minggu, weekend seharusnya menyenangkan. Dan saya tidak mau terganggu dengan orang-orang yang tidak mengerti bagaimana untuk sedikit perduli dengan komitmen yang telah mereka buat. Diam-diam saya bersyukur orang-orang seperti itu hilang dari kehidupan saya. Diam-diam saya berterima kasih atas jalan yang dipilihkan. Saya yakin kehilangan satu komitmen tidak akan membuat dunia runtuh.

Ya pastinya kecewa, namun lebih kecewa lagi jika harus berbagi banyak hal dengan mereka yang tidak perduli apa artinya komitmen.

 

 

Walau tidak ada yang abadi …

Read full article | No Comments

Terkadang kita bingung… terkadang tak jarang tersesat. Kepala penuh dengan serbuan pertanyaan. Mengapa Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang abadi …

Apakah Tuhan khawatir kita menjadi bosan?

Apa yang coba disampaikan olehNya. Aku tak bosan-bosannya bertanya, mengapa tidak ada yang abadi Tuhan? Mengapa suatu hari nanti semua akan usang. Semua akan gersang.

Read the rest of this entry »

Hati-hati kalau bicara…

Read full article | No Comments

 

Di blog detik saya membaca tentang tulisan yang bertajuk kurang lebih sama. Bukan jadinya saya latah dan ingin membuat tulisan yang senada. Namun, belakangan ini, tajuk ini berputar disekeliling kehidupan saya. Saya jadi terpicu untuk bercerita.

Dengan tidak menyebutkan nama asli ( aih … kayak di koran aja) , beberapa waktu belakangan ini, situasi pertemanan saya dan teman-teman itu agak menegang. Apa pasal? Yah setelah saya telaah , ini sih karena kita tidak hati-hati kalau bicara.

Read the rest of this entry »