Read full article
|
Jam tangan saya telah menunjukkan jam 15.00 Wib saat ini. Dan kami ,saya dan rekan kantor saya, sedang menuju Ratu Plaza. Saya tidak tahu seberapa lama perjalanan normal yang dibutuhkan dari bilangan Wahid Hasyim menuju tempat itu. Namun yang jelas, saya sedang menikmati macet di jalanan ibukota ini. Rasanya seperti tua di jalan, dan rindu kamar saya dengan berbagai macam buku didalamnya dan seorang yang tertidur pulas disamping saya. I miss him right now.
2 minggu yang lalu saya bercengkrama dengan hotel di kota ini. Tidak memiliki kesempatan kemana-mana. Sepertinya kunjungan kali ini juga akan kurang lebih sama. Belum ada yang cukup menarik perhatian saya untuk dikunjungi disini. Namun, bertemu dengan teman-teman dan saling bertukar cerita , cukup membuat saya senang. Itu sudah lebih dari cukup. Cukup membuat saya seperti merasa dirumah.
Tampaknya perjalanan sudah seabad rasanya. Dan bahkan saya hampir tertidur, menyesal saya tidak mengiyakan ajakan teman saya untuk naik bus way saja. Karena sepertinya jalannya kenceng. Namun mendengar pengalaman seorang teman yang mengatakan kalo busway sekarang agak-agak jorok, dan karena saya banyak bawaan, jadi lebih baik saya memilih kendaraan yang safe nan siput jalannya a.k.a taxy. Mana supir taxy nya teus-terusan menarik nafas kesal lagi. Hidup ini berat jendral!
Tiba-tiba teringat, huahh saya masih banyak target kerjaan. Masih harus men-tandem si mas-mas dikantor ini, masih harus menghasilkan output report as my bos required, masih harus ini… Harus itu… Sementara ingin pulang dengan cepattt…aarrgghh*pingsan*
Read full article
|
Dilangit ada bintang. Kenapa pilih nama ini. Satu hal yang terbesit di dalam kepala saya ketika memilih nama ini adalah hanya hal klise yang mungkin norak bagi orang lain. Tapi buat saya, melihat ke langit malam dan masih ada bintang walaupun satu-satu adalah suatu harapan yang tetap hidup. Baik di hati saya sendiri ataupun di hati orang lain yang jiwanya tidak selalu tenang. Yang kehidupannya tidak selalu nyaman. Yang keinginannya tidak selalu tergapai. Yang kehidupannya up and down. Buat siapa saja yang hampir lupa untuk berharap. Itulah yang terbersit saat itu. Tidak pernah terpirkir, blog ini adalah suatu pelarian ,suatu pelampiasan, suatu gambaran seperti apa saya dibalik layar blog Dilangit Ada Bintang ini.
Read the rest of this entry »
Read full article
|
Lagi-lagi saya resign… sudah hampir 3 minggu ini saya bekerja dirumah. Alhamdullilah saya mendapat kesempatan untuk memiliki pekerjaan yang waktunya fleksibel. Kita harus bisa bermimpi dan membiarkan Universe mewujudkannya. Hal pertama yang saya lakukan adalah bersyukur saya berada dalam posisi ini.
Kira-kira lebih dari 2 bulan yang lalu saya mendapatkan telepon dari salah satu eks bos saya di Foundation dulu
( kerennya NGO) yang menyatakan membutuhkan tenaga saya. Nah dengan sedikit chit dan chat sana sini, beliau menawarkan kepada saya satu posisi yang bisa dibilang bukan hal baru namun bukan juga bisa saya kuasai semua bidangnya. Saya meragu saat itu.
Read the rest of this entry »
Read full article
|
Sebagian orang tidak mengerti apa artinya komitmen. Bagaimana satu komitmen yang diambil bersama orang lain dapat mempengaruhi kehidupan orang tersebut. Sebagian tidak perduli jika ego mereka akan memberikan goresan dalam cerita kehidupan orang lain. Bahkan sebagian orang dengan gampangnya merasa komitmen adalah suatu aktivitas ringan seperti ngopi di pagi hari.
Satu hal yang pasti bagaimanapun kita mencoba untuk memaksakan suatu komitmen, mereka yang tidak mengerti pengaruhnya, tidak akan bergeming.
Hari ini hari minggu, weekend seharusnya menyenangkan. Dan saya tidak mau terganggu dengan orang-orang yang tidak mengerti bagaimana untuk sedikit perduli dengan komitmen yang telah mereka buat. Diam-diam saya bersyukur orang-orang seperti itu hilang dari kehidupan saya. Diam-diam saya berterima kasih atas jalan yang dipilihkan. Saya yakin kehilangan satu komitmen tidak akan membuat dunia runtuh.
Ya pastinya kecewa, namun lebih kecewa lagi jika harus berbagi banyak hal dengan mereka yang tidak perduli apa artinya komitmen.
Read full article
|
Terkadang kita bingung… terkadang tak jarang tersesat. Kepala penuh dengan serbuan pertanyaan. Mengapa Tuhan tidak menciptakan sesuatu yang abadi …
Apakah Tuhan khawatir kita menjadi bosan?
Apa yang coba disampaikan olehNya. Aku tak bosan-bosannya bertanya, mengapa tidak ada yang abadi Tuhan? Mengapa suatu hari nanti semua akan usang. Semua akan gersang.
Read the rest of this entry »
Read full article
|
Di blog detik saya membaca tentang tulisan yang bertajuk kurang lebih sama. Bukan jadinya saya latah dan ingin membuat tulisan yang senada. Namun, belakangan ini, tajuk ini berputar disekeliling kehidupan saya. Saya jadi terpicu untuk bercerita.
Dengan tidak menyebutkan nama asli ( aih … kayak di koran aja) , beberapa waktu belakangan ini, situasi pertemanan saya dan teman-teman itu agak menegang. Apa pasal? Yah setelah saya telaah , ini sih karena kita tidak hati-hati kalau bicara.
Read the rest of this entry »
Read full article
|
Bertanya sih tidak salah. Sama sekali tidak. Tetapi bertanya yang itu-itu aja, tentu sangat mengganggu. Ini pengalaman. Tapi bukan pengalaman yang mengenakkan. Ini adalah pertanyaan. Yang rasanya menjadi pertanyaan semua umat ketika kita habis menikah, yaitu “ udah isi”?
Read the rest of this entry »
Read full article
|
the sun rise up , left me behind ..
left me behind
the sun rise up, left me undone ..
left me undone
the dew , the leaves, forget to tell
forget to remind
that there is me still standing here alone
still waiting … the story will be done.
Read full article
|
Yak hari ini saya mencoba jalan ke kantor dari jalan yang berbeda. Dan sukses lupa hehehe. Karena jalanan ini adalah jalanan yang baru, situasi dan kondisi jalanan juga masih baru dipelajari. Yah impact nya saya belum terlalu berani ngebut dan nyalip-nyalip. Walaupun dalam beberapa kesempatan ketika melihat speedometer agak kaget dengan kecepatannya. Apalagi seringnya kalau mengebut saya sambil melamun. Hihihi.. noty notyyy.
Dalam keseharian, baik secara harfiah ataupun arti sebenarnya, sering sekali kita harus menempuh beberapa jalan yang baru. Dalam setahun ini saya sudah berganti pekerjaan 2 kali. 2 kali juga saya harus mulai beradaptasi kembali, Pekerjaan yang pertama adalah pekerjaan yang bisa dikatakan, pekerjaan yang diluar kepala. Tidak… saya tidak ada berniat menyombongkan diri, Cuma memang pekerjaan yang lama ini adalah pekerjaan yang dulunya pernah saya lakoni, namun walaupun begitu saya tetap harus melakukan penyesuaian. Penyesuaian lingkungan, penyesuaian dengan team, penyesuaian dengan visi dan misi perusahaan. Anehnya walaupun pekerjaan ini pernah saya lakukan sebelumnya, tetap tantangan itu ada. Yaaa.. memang sekarang ditawarkan jabatan dan wewenang yang berbeda, namun seberaa gapenya pun kita tetap harus melakukian penyesuaian.
Pekerjaan kedua, lebih menantang. Pekerjaan ini bisa dikatakan gabungan dengan semua pengalaman yang saya miliki. Saya ditantang untuk berhasil dan beradaptasi dengan situasi dan lingkungan yang minim. Baru seminggu saya bekerja disini, Dan job desc yang berbeda-beda membuat otak bekerja lebih cepat jika dibutuhkan. Saya harus mengeluarkan kemampuan yang saya punya disini. Mudah-mudahan saya berhasil. Yipiii. ..
Sebenarnya tak lain dan tak bukan saya hanya ingin menyampaikan , tidak perduli sejauh apa kita berjalan, memiliki pengalaman dan kemampuan, namun ketika masuk ke lingkungan baru , masuk ke situasi baru, kita tetap harus melakukan adaptasi. Saya lupa pernah membaca dimana quotes ini, katanya ; “Jika kita ingin bertahan, adaptasi adalah keharusan”. Dalam hidup kita harus belajar dari Bunglon, bagaimana caranya kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, Tentunya tidak kehilangan jati diri juga. Karena setiap dari kita adalah pribadi yang unik bukan??
Nah selamat … akhir pekan.. semoga dapat merecharge fisik, pikiran dan perasaan kita yang terkontaminasi dengan hal-hal yang keduniaan. Amin.
Read full article
|
Hari ini untuk yang ke tiga kalinya saya menemani adek , my lil sis untuk facial. Facial langganan saya. Hormon yang tidak stabil membuat wajah adik saya kerap disinggahi jerawat. Membuatnya menjadi kurang percaya diri dan lebih sering cranky. Saya tidak tega melihatnya begitu terus-terusan. Namun yang namanya perawatan, sudah bukan rahasia jarang ada yang murah. Mungkin hal ini yang membuat adik saya jadi suka urung untuk saya ajak facial.
Kak Ningsih namanya. Saya sudah cukup lama juga sih selalu di treatment oleh Kak Ningsih. Dulu saya tidak terlalu perduli dengan yang namanya perawatan. Tetapi sekali waktu saya menemani Els melakukan perawatan wajah. Dan akhirnya saya pun jadi tergoda untuk mencoba. Dulu sih harganya masih terjangkau. Sekarang…. Lumayan deh hihihi.
Read the rest of this entry »