RSS
 

Memang Lebih enak men – judgment

04 Aug

Barusan saya membaca kembali blog dee mengenai warna-warni kaca hati. sambil mengingat-ingat potongan demi potongan kejadian yang terjadi belakangan ini. Sebagai seorang manusia , tentu saja saya membutuhkan orang lain untuk berbagi. Baik itu keluarga  atau teman-teman. Rasanya sulit membayangkan hidup tanpa siapa-siapa. Dalam Blog Dee saya mengerti yang dia maksud mengenai kaca hati. sebagai manusia, kita tidak dapat menghindari masalah. Kemalangan yang terjadi. Atau bahkan keberuntungan dalam hidup. Setiap manusia memiliki argumentasi tersendiri mengenai pilihan dalam menjalani kehidupan.  Baik itu dinilai salah, benar, wajar ataupun tidak wajar. Kehidupan tidak pernah berhenti di satu titik sampai seseorang mati. Rasanya ideal sekali jika kita dapat menemukan komunitas, baik itu keluarga ataupun teman-teman , yang mengerti apa saja yang kita rasakan, mendukung apa yang kita lakukan, dan menerima kita seperti apa adanya kita. Tapi memang benar adanya, kondisi ideal itu tidak akan pernah ada. Dan kita menilai melalui kaca hati kita.

Memang lebih enak melakukan judgement.  Read the rest of this entry »

 
 

Bangkok … Diantara Temple dan Dinner Cruise dari Negeri India

25 Jul

Bangkok atau Thailand mungkin memang terkenal dengan Temple-temple nya. Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di Bangkok adalah membaca petunjuk bagaimana mengikuti tur lokal untuk menyaksikan temple dengan mata kepala sendiri.  Kami sampai di Bangkok masih pagi. Flight dari Phuket ke Bangkok tepat jam 7 pagi. Sementara dari daerah penginapan di daerah Patong ke Airport di Pusat Kota Phuket memakan waktu kurang lebih 45 menit ditempuh dengan kecepatan 100 – 120 km / jam. Jauh? Yap bener jauh. Saya dan teman-teman yang lain sampai deg-deg an. Namun tepat Jam 5 Pagi, taksi sudah menunggu di depan lobby. Di Phuket, taksi tak berlisensi banyak banget. Namun benar-benar dapat dipercaya. Saya memesan taksi di kios tur and travel yang banyak terdapat di pinggiran jalanan Patong satu malam sebelumnya. Taksi kami booking untuk menjemput kami dan mengantarkan ke Airport. Dengan kondisi beberapa tas yang besar dan penumpang 4 orang,  kami dijemput dengan taksi Avanza dengan supir cewek! Bravo. Dan doi enggak banyak bicara langsung bantu-bantu angkat barang dan ngebut ke airport. Keren…

Read the rest of this entry »

 

Cinta itu Aneh

04 Jul

Cinta itu aneh. Cinta itu memang punya banyak wajah. Indah, menyenangkan, menyakitkan, membosankan dan aneh adalah salah satunya. Tadi di TV ada iklan konser Usher. Dulu Usher adalah salah satu penyanyi kesukaan saya. Enggak ganteng. Tapi dance nya keren. Dan lagunya lumayan groovy. Enak untuk ngedance. Namun entah mengapa, di salah satu lagu, ketika saya putus, lagu ini menjadi curahan hati si dia. Dan saya pun jadi males berat dengerin Usher lagi. Lah alasannya kenapa? Yah itulah keanehannya, saya juga ga tau kenapa saya jadi mem black list si Usher. Hanya karena saya rasa, lagu itu begitu mengena. Dan I feel stupid kalo harus mendengar Usher lagi. Sorry ma men..
Read the rest of this entry »

 
 

Bagaimana caranya mencintaimu

02 Jul

Bagaimana caranya mencintaimu…

Tanpa menghentikan hujan, tanpa menantang matahari

Bagaimana caranya mencintaimu..

Tanpa membenci rembulan,  tanpa mengabaikan desah dedaunan

Aku tak tahu caranya.

 
 

Terkunci Asumsi

07 Jun


Rasanya sulit dipercaya. Waktu akan menyembuhkan luka. Namun, jika waktu akan membuat ingatan menjadi kabur mengenai suatu peristiwa , ya saya percaya.

Kemarin saya bicara dengan Ang. Saya lupa kapan kami bicara-bicara tentang hati. saya suka berteman dengannya karena terkadang saya tidak perlu mengeluarkan banyak kata-kata. Kita bisa tertawa atau nangis bersama. Orang-orang selalu mengatakan saya dan Ang adalah pasangan. Ang sayang dengan saya, Cuma memang saya terlalu keras kepala. Dan saya perduli dengan hidup Ang, hanya kadang benci dengan kebiasaan-kebiasaan buruknya. Namun kami adalah keluarga. Dan waktu membuat ingatan saya tentang kemarahan menjadi kabur. Dan itu benar adanya.
Ang sudah seperti adik saja. Ang sering minta uang, sering minta dibeliin rokok, bahkan nangis bareng waktu dia putus sama pacarnya yang kejam itu. Hehehe…. pacar-pacar saya suka cemburu melihat kedekatan saya dengan Ang. Sulit dijelaskan kenapa saya selalu membela Ang. Seperti yang saya katakan, Ang seperti adik saja. Keluarga pasti akan saling membela bukan?

Beberapa waktu yang lalu saya kecewa berat dengan Ang. Layaknya seorang kakak yang terluka egonya. Saya melihat Ang selalu take it for granted dengan saya. Sebagai kakak yang gila memberi pengaruh yang baik, saya yakin Ang boring berat. Akhirnya kami menjadi dua orang asing yang saling malas memberi kabar. Apalagi ketika Ang sudah tidak lagi berada di kota yang sama. Saya memutuskan untuk tidak memperdulikan Ang lagi. Saya merasa Ang sudah dapat mandiri. Sudah bekerja dan tidak lagi memerlukan saya. Tidak lagi perduli kalau sayalah yang sering mengangkat telepon tengah malamnya. Tidak lagi perduli bahwa dialah dulu yang selalu membela saya di depan laki-laki “aneh” lainnya. Memberi pandangan yang  berbeda, sehingga saya mengerti harus bersikap apa. Kami memutuskan tak lagi saling perduli.

Apalagi setelah Ang bertemu dengan perempuan itu. Perempuan yang marah-marah selalu. Perempuan yang selalu marah Ang pergi dengan saya. Saya yakin Ang akhirnya merasakan cinta. Sesuatu yang mahal buat seorang Ang. Bener, Ang memang tidak pernah serius dalam berhubungan. Seperti laki-laki berpikiran ringan lainnya. Tidak mau direpotkan dengan segala macam konsekuensi relationship. Itulah Ang. Tapi tidak demikian setelah bertemu dengan perempuan itu. Namun malang tak dapat ditolak, Ang patah hati. mungkin memang sudah begitu rumusannya. Setiap orang yang jatuh cinta akan merasakan sakit bukan kepalang. Ang pun meradang.

Di sela-sela cerita patah hati Ang, saya telah mendahului kisahnya. Jadilah kami dua orang yang memiliki hati yang patah pada saat itu. Saya memutuskan tidak ingin berbagi. Dan Ang memutuskan untuk fokus dengan usahanya menjadi manusia yang lebih berguna bagi dirinya. Saya tenggelam dalam pekerjaan. Dan Ang tenggelam dalam pencarian jati diri. Lebih banyak tidur dan merenung. Sampai suatu hari doanya terkabul. Ang akhirnya mendapatkan pekerjaan di daerah yang sama dengan perempuan yang telah mematahkan hatinya. Sayangnya doa itu dibuat pada saat mereka masih bersama. Dan jika sekarang doa itu terkabul, semuanya jadi terlambat. Bukan hanya terlambat tapi menjadi menyakitkan.

Mungkin memang benar kata-kata orang. Hati-hati dengan doamu sendiri. Saya pun jadi ikut-ikutan parno. Bagaimana rasanya tidak berharap dan berdoa. Atau bagaimana caranya menghadapi doa yang terkabul namun tidak tepat. Ntahlah. Yang Saya tahu Ang, sudah menjadi orang yang datar. Apatis. Apakah harapan dan doa justru akan melahirkan sikap apatis?

Karena Ang apatis, dan saya menutup diri, kami menjadi saling berasumsi. Komunikasi yang jelek, membuat semuanya menjadi lebih buruk. Saya sibuk, dia sibuk. Susah sekali untuk berjanji bertemu. Dan telepon pun tak membantu. Semuanya menjadi garing. Saya mendapati , kami kehilangan kemampuan untuk mengerti tanpa bicara. Saya mulai kesal dan berasumsi. Dia mulai lelah dan berasumsi. Ketika semua asumsi ini terbuka dalam satu percakapan, akhirnya ini menjadi satu fakta yang lucu. Paling tidak menurut kacamata saya.

Ang berpikir saya punya pacar. Saya pikir Ang sibuk dan seperti biasa lupa, alias tak perduli. Asumsi, Salah satu bentuk kegiatan yang berbahaya jika tidak dibarengi dengan bukti dan fakta. Apalagi isi kepala setiap manusia kan berbeda. Bicara sore ini dengan Ang membuka satu tabir yang selama ini sama-sama tidak ada yang ingin membukanya. Bicara sore ini adalah bicara dari hati dengan apa adanya. Kalau saya dan Ang kangen dengan “kami” , kangen dengan kegiatan ngobrol, ngopi-ngopi bareng, curhat tentang pacar masing-masing, dan  sharing tips. Kalau selama ini saya berasumsi dia pelit padahal sebenarnya Ang mulai menabung untuk kuliah, yang dulu tidak akan pernah dia lakukan untuk menjadi mandiri. Saya akui saya cukup salut. Kenyataannya berdoa dan berharap bukan kegiatan mitos belaka. Berdoa dan berharap mungkin bisa menjadi kerangka dari perencanaan bertahan hidup. Semoga kita semua diselamatkan agar tidak menjadi manusia-manusia apatis , yang tak percaya bahwa selalu ada harapan bagi orang-orang yang percaya untuk selalu berdoa. Dan yang penting sekali lagi semoga saya tidak selalu berasumsi. Saya sudah salah.

Pacar, husband, wife, kids, job.. should be doesn’t matter for “friendship”

 
 

Selamat Hari Lingkungan :)

05 Jun

Hari ini hari lingkungan hidup sedunia loh. Sudahkah kita menanam pohon di Tahun ini? wah saya belum ada tuh. Dengan kondisi halaman yang kecil, tidak ada space untuk menanam pohon lagi. Eitts seharusnya itu bukan alasan.Ok ok.. saya belum tanam pohon. Tetapi menjaga lingkungan bukan masalah tanam pohon saja bukan?

Isu global memang lagi mewabah. Efek-efek  negatif dari global warmingpun sudah kita rasakan. Perubahan iklim yang drastis, dari hujan ke panas dan sebaliknya. Musim yang sudah tidak beraturan lagi waktunya. Cuaca yang cenderung gerah. Tiba-tiba hujan dan tidak berhenti-berhenti menyebabkan banjir dimana-mana.  Ini semua efek kecil dari perubahan iklim. Read the rest of this entry »

 
 

Tong Sampah tak berdasar

25 May

"Kita"

“halllooo…”
“allo” suara kecil diseberang menyahut. “ini siapa yaa?” lanjutnya.
“ini Tante Widi, ini Arik yaa?” sahutku ga kalah semangat.
“ohh tante Widi… aduh.. Arik kangen loh tante… udah lama”

Langsung wajah saya sumringah. Hehehe… rasanya kok berbeda ya di kangenin sama anak-anak umur 6 tahun dibandingkan dikangenin sama om-om upss… abang-abang maksudnya. Hehehe. Sumringah yang beda, dan langsung pengen tanya-tanya banyak. Walaupun diseberang sana suara Ibunya, Icha, terus mengajarkannya harus berbicara apa. Harus menjawab apa. Dan cerita-cerita yang tak nyambung antara satu dengan yang lainnya terus mengalir selama kurang lebih sepuluh menit. Dari cerita Power Ranges, main game di komputer yang entah apa namanya, sampai cerita makan siang pakai apa hari ini. Ah senangnyaaa… hehehe. Saya memang kangen. Kangen dengan Ibunya, kangen dengan Arik juga yang selalu membanding-bandingkan saya dengan Aura Kasih ( maaf jangan protes yaa.. namanya juga anak-anak hahaha…). Hurmm apa khabar dirimu wahai sobat!

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted in BFF story?

 

Masa Terindah

17 May

“Kak … Coba pake kacamatanya…”

Saya pun segera memakai kacamata hitam saya yang terletak di atas meja di tempat saya makan mie ayam sore itu. Seorang anak perempuan kecil, berumur mungkin 8 tahunan atau maksimal 10 tahun. Mengenakan pakaian lusuh dan membawa bekas tempat air minum mineral sebagai tempat mengumpulkan koin. Tanpa tedeng aling dia langsung berbicara dengan saya. Mukanya yang kecil, putih dan imut, sejenak mengaburkan pandangan saya kalau dia sedang berusaha merayu saya untuk mengemis uang.

Read the rest of this entry »

 
 

Berastagi .. dulu dan sekarang.

10 May

Ah yaa… seharusnya weekend ini saya berangkat ke Tangkahan. Melihat penangkaran gajah, jungle tracking dengan gajah, menyeberang sungai dan menginap di rumah kayu yang dingin. Mandi di air terjun yang super duper bikin bibir menggigil pun sudah terbayang di pelupuk mata saya. Tapi, tiba-tiba guide kami harus membatalkan perjalanan. Yaaah…. lengkaplah sudah, saya pikir. Kemarin beberapa peserta yang akan ikut menuju Tangkahan mulai berkurang. Seharusnya kita pergi berdelapan malah menyusut menjadi berempat. Lain kali jangan ajak peserta dalam satu kantor yang sama ya Wid, hihihi. Karena kalau sedang ada event , semuanya jadi tak bisa skip untuk holiday.

So.. apa jadinya? Jadilah saya dan kedua sohib saya memutuskan untuk menginap di Berastagi saja. Sudah lama memang tidak kesana. Apalagi menginap. Terakhir saya kesana hampir setahun yang lalu. itu juga Cuma sekedar main di Hillpark Berastagi. Dulu sih tempat itu cukup menghibur. Tapi wahana game yang itu-itu saja, cukup membuat bosan.

Pukul 6 sore kami mulai bergerak untuk berangkat dari Medan . Memang sengaja berangkat sore. Tujuan kami kali ini adalah mandi air panas di pemandian air panas Debuk-Debuk. Read the rest of this entry »

 

“sebuah cerita”

07 May

Dan kuceritakan cerita cinta, tentang bidadari yang turun dari surga

Tiba tiba ….

langit pun tak bersahabat, menghitam kelam, menghujan badai

Dan aku pun menggulung cepat, karpet hijau, potongan roti, cangkir-cangkir jus kita

Segera berangkat… berlari… berteduh..

Sayang … ternyata aku tak bisa berteduh disana,,

dihatimu yang mengering….dihatimu yang mengendus  aroma kecewa…

Sayang kali ini aku terpaksa diam,denting kecil pasrah….ah mengalun

merdunya